Perhatian sama kasihan
itu beda tipis
~Nicho~
_________________________________________
Tik..tuk..tik..tuk..
Jam berdetak mengisi kesunyian kelas MIPA-1. Jika kalian kira mereka tengah diam sambil melipat tangan diatas meja seperti bocah sd, kalian salah besar!karena pada nyatanya para penghuni kelas tengah saling mengumpat dalam hati sambil saling melempar lirikan ke segala arah sambil melempar bahasa kalbu ataupun bahasa mulut. Ulangan! Satu kata yang membuat mereka seketika kicep tanpa suara, dan bingung tanpa arah.
"Stt..st..mil"
"Apaan sih cil, elah berisik amat!"
"Eh...mil nomer 5 apaan?"
"Elah...gue kagak tau.."
"Gue lupa kalau lo bego.."
"Bangsat"
"YANG BELAKANG KENAPA RAME?"
Sentak bu Diana, selaku guru matematika ter-killler.
"Elah tuh mata suka banget tengok tengok!" Ucap emil.Yup yang sedari tadi berisik yaitu emil dan cecil.
"
Tau ah"
"Rain..bagi jawaban donk, gue kagak bisa semua anjay!" Ucap Cecil.
Tak ada jawaban membuat cecil dan emil menghela nafas pasrah
"Cepet salin!" Ucap Raina
"Beneran gapapa?" Tanya emil
"Hm"
"Makasih yah, dabest deh" ucap cecil
Setelah menyalin, tiba tiba bel pergantian jam berbunyi
"Anak anak segera kumpulkan, selesai tidak selesai, SEGERA!"
Semua murid pun mengumpulkan tugas dimeja depan hingga bu Diana pergi meninggalkan kelas Mipa-1
"Elah tuh guru, suka banget bikin murid susah!" Ucap Aji. Salah satu pericuh kelas.
"Tau tuh, dihisab diakhirat baru tau rasa tuh guru!" Kesal ucup, teman satu genk Aji.
"Udah udah, kalau orangnya denger bisa gawat anjir!" Ucap erik selaku ketua kelas.
"Iya juga yah, ngapain juga kita gibahin bu diana,mending kita ngomonging neng Raina yang aduhai pesonannya" Ucap Ucup lagi sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kenapa mata lo? Kelilipan?" Tanya Aji
"Bacod lo" kesal ucup
Sontak semua orang dikelas tertawa mendengar perdebatan antara genk pericuh kelas.
" Eh guys, kata bu Rindy kita suruh ngerjain tugas paket, orangnya kagak ada cuy!" Ucap Erik
"Uhuyyy"
"Elah bahagia amat gua"
"Bebas cuyy"
"Jamkos uwu"
Begitulah teriakan kelas Mipa 1, sedangkan Raina tengah sibuk dengan handphone miliknya.Ada banyak pemberitahuan dilayar handphonenya. Salah satunya banyak notif instagram di aku milik Raina, pada saat melihat pemberitahuan, seketika Raina kaget. Bukan karena apa apa, tapi karena satu notif pemberitahuan yang membuat Raina seketika langsung mengernyit bingung.Karena di sana terpampang nama "Raihan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Raina dan Raihan
Teen FictionTidak ada yang manis, yang ada hanyalah kisah sadis. Tidak ada kata bahagia, yang ada hanyalah luka. Karena itulah kita! Dipertemukan namun sulit di satukan. Ini hanyalah kisah biasa Dari sepenggalan kata Yang mengubah segala rasa Di bawah langit J...
