15.Ratunya Galaxi

404 23 7
                                        

"Bukan formalitas, karena sekarang adalah prioritas"

~Galaxi~
_________________________________________

Setelah sampai dirumah sakit, Raina langsung dilarikan menuju ruang UGD untuk mendapat perawatan.

"Bangsat!" Umpat Randy Tajam sambil menonjok dinding rumah sakit.

"Sabar bro!" Ucap Nicho sambil menepuk punda Randy.

"Ran, kok kelihatannya neng Raina ketakutan banget yah?" Tanya Vino yang langsung mendapat jitakan oleh Nicho

"Asww ngapain lo jitak jitak kening sexy gue!"

"He goblok! Namanya juga cewek, kalau diapa apain ya takut, ogep!" Kesal Nicho sambil menonyor kembali kepala Vino.

"Yey gue cuma tanya dugong! Lagian muka neng Raina tadi kayak ketakutan banget sampek sampek dia cuma berani natap Randy!"

Mendengar jawaban Vino, lantas Nicho, Raihan dan Randy berfikir keras.

"SHIT" umpat Randy sambil mengusap rambutnya kasar.

"Kenapa ran? Ada masalah?" Tanya Vino

Raihan dan Nicho saling bertatap mata.

"Gue yakin, traumannya kambuh lagi, padahal oma sama oppa balikin dia ke Indonesia biar traumnya hilang, tapi gue gagal!" Ucap Randy yang diakhiri lirih dibagian akhir.

"Trauma?" Tanya Raihan yang sedari tadi diam.

"Gue ga bisa cerita, gue ga kuat!" Jawab Randy sambil sesekali menyeka air matanya.

"Udah udah, santuy bro, lo gausa nangis, cih suasananya jadi menyeh menyeh gini!" Ucap Vino mencairkan suasana yang dihadiahi pelototan tajam dari Raihan.

"Ampun bos!" Ucap Vino sambil tangannya membentuk huruf v.

"Tenang aja ran, kita pasti bakal bantu jagain Raina kok, bahkan Raina uda kayak adek kita sendiri," sahut Nicho sambil merangkul bahu Randy.

Randy hanya mampu membalas dengan senyum. Randy bersyukur memiliki teman seperti mereka.

Tak berselang lama, dokter keluar dari ruang UGD.

"Keluarga pasien" ucap dokter dengan jas putih kebanggaannya.

"Saya dok! Saya kakaknya" Ucap Randy sambil menghapiri dokter tersebut diikuti ketiga temannya.

"Silahkan ikut saya keruangan!" Ucao dokter tersebut dan dibalas anggukan oleh Randy.

"Bro gue nitip adek gue yah!" Ucap Randy kepada ketiga temannya yang dibalas dengan anggukan.

Randy pun mengikuti dokter menuju ruangannya, menyisakan Raihan, Nicho, Vino.

Waktu menujukkan pukul 01.30 dini hari, membuat mereka memutuskan untuk menemani Randy tidur dirumah sakit.

"Anjir, rumah sakit jam segini sepi yak!" Ucao Vino sambil melihat lorong lorong yang cukup sepi.

"Yaiyalah bambank, kalau rame ya pasar malem" sahut Nicho kesal.

Sedangkan raihan hanya mendengus kesal melihat kelakuan absurd kedua temannya.

"Em Han, cho, lo kagak laper? Sumpah gue laper banget!" Celetuk Vino sambil memegang perutnya.

"Gue juga laper nih! cari makan yok!" Sahut Nicho.

"Gue sih ayok aja"

"Emm..han, lo gapapa kita tinggal  sendirian disini, ntar gue bungkusin kok!" Tanya Nicho tidak enak hati.

Raina dan RaihanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang