POV
Hari ini hati Zirena sedang tidak seperti biasa,ia masih merasa kesal dengan pertengkaran dengan kakaknya belum lagi kecemburuan pada Juan dan masih banyak lagi hal yang membuatnya kesal hari ini. Ditengah lamunannya,seseorang mengetuk pintu. Awalnya Zirena tidak berniat membuka pintu karena dia pikir akan dibuka oleh kak Syana ataupun pembantunya. Tapi setelah sekian lama, masih belum ada yang membukanya,dengan terpaksa Zirena bangkit dari tempat tidurnya dan turun tangga yang kemudian membuka pintu.
"Juan" gumam Zirena heran
" hai zi" sapa Juan grogi
"ada apa? Kok gak sama Laura" tanya Laura sembari menengok kanan kiri memastikan keberadaan Laura
"Laura? Kok nanyain dia. Gue kesini ada hal yang mau gue ungkapin sama lo" sahut Juan
"ungkapin? Ungkapin apaan? Oh gue tau, lo mau ungkapin soal hubungan lo sama Laura ya kan? Kalau gitu selamat ya,gue turut seneng!" ucap Zirena seraya tersenyum
"hah? Bukan,bukan itu. Kok malah Laura lagi sih" sanggah Juan
"trus apaan?" tanya Zirena terheran heran
Tepat detik itu,Juan berlutut menghadap Zirena yang kemudian menyodorkan bunga dan kotak cincin pada Zirena. Zirena yang dibuat bingug oleh Juan hanya bisa melongo tak percaya dengan apa yang Juan lakukan sekarang dihadapannya.
"Zi,udah jauh-jauh hari gue nyiapin ini semua. Gue berlatih, gue berusaha untuk hari ini. Gue tau, gue bukan cowok romantis yang di idam-idamkan semua cewek. Tapi gue punya hati yang tulus buat mencintai satu wanita yang gue sayang, entah itu cukup atau gak gue akan berusaha jadi lelaki yang sempurna. Jadi intinya,Ashley Zirena Ziglar maukah kau menjadi pacarku,gue berharap lo mau nerima gue" ucap Juan dengan lantang dan percaya diri tapi tidak menghilangkan rasa groginya.
"hah? Lo apa apaan sih Juan. Entar kalo Laura liat gimana coba" kata Zirena sambil membantu Juan berdiri
"kenapa Laura lagi. Gue gak ada hubungan apa apa sama Laura" jelas Juan
"bukannya kalian udah pacaran ya? Soalnya gue tadi liat lo sama Laura pelukan di warung bakso. Dan gue kira nyangkanya kalian berdua pacaran" ucap Zirena
"lo ada disana saat itu? Lo jangan salah paham dulu sama itu semua. Gue sama Laura gak ada hubungan apa apa,kita cuma sekedar temen dan kejadian tadi di warung bakso, Laura...emmm dia...nyatain perasaannya sama gue. Tepat saat gue mau nembak lo hari ini,tapi lo gak usah khawatir gue gak nerima dia,gue bilang sama dia kalau gue sayangnya sama lo" jelas Juan meyakinkan Zirena panjang lebar karena takut Zirena salah paham
"lo nolak Laura cuma gara-gara gue? Sebegitu besarnya cinta lo sama gue,padahal kan lo tau kalau gue sukanya sama Hilmi, tapi Hilmi malah suka sama Aleesya. Dan kalau gue nolak lo, lo bakalan berubah pikiran dan nerima Laura?" ujar Zirena penasaran
"gue berharap kalau lo mau nerima gue,tapi kalau lo nolak gue,gue gak akan nyerah gtu aja buat dapetin lo. Dan soal Laura,gue cuma nganggep dia temen gak lebih. Dan yang paling utama gue gak mau terus-terusan ngebiarin lo tersakiti karena cinta lo yang bertepuk sebelah tangan" ucap Juan dengan gagah sambil menatap mata Zirena dalam- dalam
"gue gak tau harus apa? Gue bingung sama lo. Lo bilang lo gak mau terus-terusan ngebiarin gue tersakiti karena cinta gue yang bertepuk sebelah tangan. Trus apa kabar dengan cinta lo yang bernasib sama? Lo rela mati-matian buat luluhin hati gue,padahal ada cewe diluar sana yang udah pasti buat lo" ucap Zirena terharu dengan pernyataan Juan
"lo beda dari yang lain,ada satu hal yang gak gue temuin di cewek manapun. Tapi gue juga bingung hal apa, maka dari itu gue selalu berjuang buat dapetin lo. Meski beberapa kali lo tolak gue,itu semua gak surutin semangat yang ada dalam diri gue. Jadi sekali lagi Ashley Zirena Ziglar maukah kau jadi pacarku?" jelas Juan seraya mengucapakan perasaannya tuk yang kedua kalinya
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DAN BENCI
Romance"Juan" gumam Zirena tak percaya "Zi,gue udah nunggu sehari penuh. Dan sekarang waktunya buat lo kasih gue jawaban tentang pertanyaan gue kemarin" teriak Juan di tengah lapangan Semua mata memandang dengan wajah tersenyum termasuk Hilmi dan Aleesya...
