PART 10

6 0 0
                                        

POV

Keesokan harinya,Zirena beraktivitas seperti biasa tanpa adanya rasa khawatir terhadap kakak nya. Dia sarapan dan lanjut pergi kesekolah,tapi ada yang beda dari hari-hari sebelumnya. Hari ini Zirena akan dijemput oleh Juan,dan kemudian mereka akan berangkat bersama.

Saat sampai di sekolah,Zirena turun dari motor yang mereka tumpangi lalu berjalan menuju kelas. Tidak sengaja Zirena melihat Laura yang sedang memperhatikannya. Reflek Zirena memanggil Laura,merasa namanya dipanggil Laura pun menghampiri.

"Ra,tumben sendiri. Audy sama Miland mana?" tanya Zirena dengan wajah berseri seri

Tanpa menjawab pertanyaan dari Zirena,Laura melenggang pergi masuk kedalam kelas dan hanya menampakkan wajah datar tanpa senyuman. Jelas itu membuat Zirena merasa heran dengan Laura,tapi Zirena berpikir positif dan mengajak Juan untuk masuk kelas.

Selama KBM berlangsung,tidak ada percakapan yang terjadi antara Laura dan Zirena. Biasanya mereka berdua adalah orang yang selalu ribut saat kelas dalam keadaan tenang dan tak heran juga bila mereka sering kena teguran dari guru yang sedang mengajar.

"Laura!!" panggil Zirena dengan suara pelan seperti biasa

Tidak ada jawaban dari Laura yang duduk dibangku belakang.

"Laura!!" panggil Zirena tuk yang kedua kalinya dengan suara pelan

Hening,tidak ada jawaban. Dan akhirnya Zirena pun menyerah.

Bel tanda istirahat pun berbunyi,semua siswa keluar kelas dan menuju kantin termasuk Hilmi dan Aleesya. Tapi tidak dengan Zirena dan Juan,saat Laura beranjak dari tempat duduknya dan berniat untuk keluar kelas, Zirena menghadangnya dengan tatapan penuh rasa tanda tanya.

"Ra,lo kenapa sih? Dari tadi sikap lo kok beda,gak kaya Laura yang gue kenal. Ada apa ra? Ada masalah?" tanya Zirena dengan wajah penuh harapan agar Laura mau menjawab

"minggir,gue mau keluar!" jawab Laura yang sedikit mendorong Zirena dan langsung melenggang pergi

"Laura kenapa sih,kok jadi beda gitu. Gak kaya biasanya,aneh banget" tanya Zirena pada Juan yang dibalas gelengan kepala oleh Juan

Saat bel pertanda pulang berbunyi, Laura lah orang pertama yang keluar kelas tepat saat guru memperbolehkan semua siswa untuk pulang. Karena Laura benar-benar malas melihat Zirena dan Juan yang selalu berdua kemana-mana,tanpa Laura sadari Zirena mengejar Laura yang tengah berlari menuju gerbang kemudian Laura langsung masuk kedalam mobil jemputan yang dari tadi sudah menunggu. Lari Zirena kian pelan saat tahu Laura sudah pergi.

"Zi,udah gak usah dikejar. Mungkin Laura lagi ada masalah yang buat dia males ngomong sama orang" ucap Juan dari belakang

"menurut gue bukan deh,dia kaya marah gitu sama gue. Tapi kalau beneran marah,karena apa ya?" ujar Zirena

"udahlah gak udah dipikirin lagi,ayo pulang" ajak Juan yang dibalas anggukan oleh Zirena

Sementara Laura yang sudah sampai dirumah bergegas masuk kedalam kamar,didalam kamar pun Laura hanya bisa melamun dengan perasaan marah. Tapi ada rasa puas saat Zirena tengah kebingungan dengan sikap Laura tadi. Ini baru permulaan Zi,nanti lo bakal ngerasain apa yang sekarang gue rasain. Itulah kalimat yang Laura ucapkan dalam hati.

SYANA POV

"kak mau kemana?" tanya Deon saat aku membuka pintu

"mau ke resto,mau cek. Soalnya kan udah lama gak ngontrol resto,takut ada apa-apa" jawabku padanya

"oh ok,hati hati" ucap Deon

Dalam perjalanan, tidak sengaja radio yang aku dengarkan memutar lagu yang membuatku flashback dan kembali mengingat Kenan. Lagu yang sering kami dengarkan bersama, terkadang juga bernyanyi bersama.

CINTA DAN BENCITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang