"Sa, lo gak papa?" tanya Maia ke Rosalind yang baru saja datang ke kelas dengan wajah pucat.
Rosalind menggelengkan kepala sambil tersenyum, "Gue gak papa."
Maia mengangguk mengiyakan meskipun masih sedikit khawatir. Bel masuk berbunyi membuat mereka mengeluarkan buku pelajaran, Rosalind mengikuti pembelajaran dengan baik hanya saja bercampur nguap sedikit.
Setelah mengikuti 3 mata pelajaran yang berbeda akhirnya bel istirahat berbunyi, Rosalind memilih untuk ke kantin sendirian daripada harus menjadi nyamuk diantara Biru dan Maia yang pasti akan bermesraan. Bucin.
"ROSALIND!"
Uhuk!
Hampir saja Rosalind keselek es jeruk buatan Bu Atun begitu namanya diteriaki oleh seseorang yang sudah ia tau siapa. Jerry langsung mengusap punggung Rosalind yang masih terbatuk-batuk, ya siapa lagi pelakunya kalau bukan Jerry Leonard.
"Gak ada akhlak emang lo," umpat Rosalind kesal sembari menepis kasar tangan Jerry.
"Sorry," kata Jerry mendudukkan diri dihadapan Rosalind.
"Ini neng baksonya, silakan."
"Makasih Mang Ujang!"
"Soal kemarin, kenapa lu pulang duluan?"
Rosalind menatap Jerry tidak percaya lalu menggeleng tak habis pikir, "Gue harus ngeliatin lo pacaran sampe lo lupa waktu terus baru anterin gue pulang, gitu???"
Rosalind menusuk baksonya dan menunjukkannya ke Jerry, "Lo jangan pura-pura gila, Jer."
"Gak gitu, Sa."
"Terus gimana?!" tanya Rosalind kesal, "Gue bingung deh kenapa lo selalu ajak gue ke semua masalah lo? Dengan gak usah muncul di hadapan gue aja lo udah menyelamatkan dunia, Jer."
"Lu kan bisa tunggu sebentar, gua keluar cuma buat nemuin Erin doang. Kasian jauh-jauh kerumah gua, masa gua anggurin," jawab Jerry.
"Nunggu? Lo yang suruh Joss buat nganterin gue pulang Jer."
"Sorry Ossa, I know I was wrong."
"Gue nggak marah, gue cuma kesel."
"Maaf, Sa."
"Lo suka sama gue ya, Jer?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.