Rosalind berucap lirih, pergelanggan tangannya perih dan mulai mengeluarkan darah segar karena banyak bergesek. Matanya yang tertutup tidak kunjung dibuka.
"Apa? Enak banget ngomong pengen pulang," ujar Joss dingin, "Pertama kali gua liat lu waktu lagi manggung di pensi sekolah, dan gua suka sama lu Alin. Tapi lu pindah sekolah dan deket sama adik tiri gua, Jerry."
"A-apa?"
Lidah Rosalind kelu, tidak bisa berbicara sepatah kata apapun setelah mengetahui dua fakta menyakitkan tersebut.
"Nggak semudah itu Alin, sekarang nikmatin aja apa akan yang lu rasain."
Joss melepas ikatan kaki Rosalind tapi tidak dengan ikatan tangan, membuka paha Rosalind lebar dan menyingkap dress putih yang Rosalind kenakan.
"JOSHUA!"
⛔️⛔️
"Lu liat rumah cat putih, yang keliatan nggak berpenghuni?" tanya Yugo memberi arahan kepada Jerry.
"Liat."
"Dobrak!" suruh Yugo.
Jerry segera mendobrak pintu kayu tersebut, "ROSALIND!"
Jerry meringis melihat Rosalind yang tubuhnya diikat dengan tali, mata tertutup dan yang paling mengagetkan adalah Joss yang sedang mencoba membuka celana dalam Rosalind.
"BAJINGAN, LU MAU NGAPAIN BANGSAT?!" teriak Jerry menarik Joss dan memberi satu pukulan yang berhasil membuat Joss tersungkur.
"LU UDAH NGAMBIL SEMUANYA DARI GUA TERUS LU BERBUAT HINA KAYAK GINI. PIKIRAN LU DIMANA, GOBLOK?!"
Joss menyeka darah yang keluar dari tepi bibirnya, "Gua nggak minta apapun, bapak-bapak tua itu yang kasih buat gua."
"ANJING LU."
Kali ini Jerry memberi pukulan bertubi-tubi kepada Joss menendang perut kakak tirinya dengan emosi yang menyalang, sampai akhirnya Joss terbatuk dan pingsan. Jerry beralih kearah Rosalind yang sudah terisak, membuka ikatan pada tangan dan kaki Rosalind serta penutup mata Rosalind.
Rosalind membenarkan pakaiannya dengan lemas dan menatap Jerry nanar, "Je— Jeo?"
Jerry langsung menarik Rosalind kedalam pelukannya dan mengusap air mata yang turun deras dari mata Rosalind.
"Yes, baby. I'm here, Jeo is here."
"I'm scared," ujar Rosalind terbata-bata dan mengeratkan pelukannya kepada Jerry.
Jerry mengusap pelan punggung Rosalind guna menenangkan gadis itu.
"Sekarang kita pulang yaa."
Jerry melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Rosalind yang menggigil ketakutan. Dan meninggalkan Joss sendirian yang masih pingsan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.