[03] (two) cup of noodle

8K 928 17
                                        

Rosalind baru saja tiba di apartemen barunya, yang baru beberapa hari dia tempati setelah kakaknya, Ally, pindah ke Australia bersama suaminya.

Saat itu sudah larut malam, dan perutnya mulai mengeluarkan suara aneh. Rosalind ingat bahwa makanan terakhir yang dia makan adalah makan siang tadi saat jam masih kosong, dan sekarang sudah pukul 10.21 malam.

Karena kulkasnya kosong, Rosalind memutuskan untuk pergi ke minimarket di bawah apartemennya. Dia mengambil satu cup mie instan pedas, minuman dingin, dan beberapa camilan untuk menemaninya menonton malam ini.

Saat berada di minimarket, Rosalind terkejut ketika melihat Jerry tiba-tiba muncul di sampingnya dengan senyuman. Rosalind heran bagaimana Jerry bisa ada di situ. Mungkinkah dia juga tinggal di apartemen yang sama?

"Hai calon."

"Lo calon babu gue?!" tanya Rosalind dengan terkejut.

Rosalind langsung pergi meninggalkan Jerry dan menuju kasir untuk membayar barang belanjaannya. Dia menempatkan barang belanjaannya di depan kasir.

"23—"

"Ini ketinggalan, mba!" kata Jerry sambil menyatukan barang belanjaan mereka.

"Semuanya jadi 39.700," kata kasir.

Rosalind mengeluarkan uang dari kantong hoodienya untuk membayar, tetapi Jerry tiba-tiba mengeluarkan kartu debitnya.

"Pake ini aja, Mba." Jerry menepis lembut tangan Rosalind dan memberikan kartunya kepada kasir.

Rosalind menatap Jerry dengan malas, lalu berjalan keluar dari minimarket. Tidak lama kemudian, Jerry keluar dengan membawa kantong belanjaan mereka.

Tanpa pikir panjang, Rosalind mencoba mengambil belanjaannya, tetapi Jerry malah menggenggam tangannya dan menariknya pergi.

"Lepas nggak? Mau kemana sih?!" protes Rosalind.

Jerry tidak menjawab, dia hanya memasukkan dompet dan ponselnya ke dalam hoodie yang dipakai Rosalind.

"Ngapain sih?" tanya Rosalind heran.

"Nitip," jawab Jerry.

Rosalind mengernyitkan dahi. "Dih."

Rosalind hanya diam sampai mereka berdua memasuki gedung apartemen. Rosalind terkejut saat Jerry tahu nomor unit apartemennya. Hal ini membuat Rosalind curiga apakah Jerry mengikutinya atau merupakan seorang stalker.

"Gila. Stalker ya lo?!" ucap Rosalind tidak percaya.

"Cepet buka, gua laper," kata Jerry sambil mendorong Rosalind agar mendekat ke pintu. Rosalind buru-buru memasukkan kode ke unit apartemennya.

Jerry duduk di sofa dan menyalakan televisi dengan remote. Dia berkata, "Lu diam di sini. Biar gua yang masak mie instannya. Jangan kemana-mana, apalagi kabur."

"Sakit lo?! Yang ada lo yang gue usir," balas Rosalind kesal.

Akhirnya, Jerry datang membawa dua cup mie instan dan minuman dingin yang sudah mulai tidak dingin lagi. Mereka secara tidak sengaja makan dan menonton bersama malam ini, seakan-akan mereka lupa bahwa Rosalind kesal dengan Jerry.

Setelah selesai makan, Rosalind membuang semua sampah sisa makanan.

"Ros—"

"Tunggu, lo tau nama gue dari mana?" potong Rosalind.

"Ukuran celana dalam lu juga gua tau," kata Jerry dengan sok tahu.

Rosalind menampar pipinya Jerry dan memukulinya dengan bantal. "Anjing lo, cowok mesum!"

"SAKIT WOI, SORRY ELAH!" pekik Jerry yang menyakitkan telinga Rosalind. Namun, kali ini Rosalind pura-pura tuli dan terus memukul tubuh Jerry sampai puas.

Jerry malah mencengkram tangan Rosalind dengan kuat dan mereka berakhir jatuh bersama-sama. Tanpa sopan, Jerry menggendong Rosalind dan membawanya ke kamar.

"JERRY LEONARD, PULANG LO SANA!" teriak Rosalind.

"Sttt, berisik. Nggak enak sama tetangga sebelah," ujar Jerry sambil merebahkan diri di kasur empuk milik Rosalind.

Rosalind menatap Jerry dengan kesal, matanya hampir copot dari tempatnya. Rosalind yakin bahwa Jerry adalah seorang bajingan.

 Rosalind yakin bahwa Jerry adalah seorang bajingan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Internasional PlayboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang