[02] a bad start

12.3K 981 10
                                        

"Jerry itu punya gue."
"Jangan berbohong, Jerry itu punya gue."
"Kalian berdua itu apa sih? Jerry punya gue."
"Omong kosong."

Rosalind merasa kesal. Sejak ia pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini, ia terus mendengar nama Jerry disebut.

"Maia, siapa sebenarnya Jerry?" tanya Rosalind pada Maia.

Sehari lalu Rosalind baru saja pindah ke sekolah ini, jadi wajar saja ia belum tau seluk beluk sekolah ini dengan baik. Untungnya ia langsung mendapatkan teman yang mau mengajaknya berkeliling.

"Lo gak tau Jerry?" tanya Maia.

Rosalind menggelengkan kepala.

"Namanya Jerry Leonard, tapi beberapa temannya memanggilnya Jeo. I don't know why, probably to be cool. Are you curious why his name is often mentioned?" jelas Maia panjang lebar.

Rosalind mengangguk.

"He was famous as an international playboy, not just here, but even in neighboring school. Not only is his face handsome, his mind is also handsome, which is probably why Jerry is in demand. Dari yang kudengar, ia jarang pacaran lebih dari 2 minggu dan kemudian beralih ke yang baru. Sepertinya hampir semua murid pernah menjadi pacarnya," jelas Maia.

Rosalind sekarang mengerti, lalu ia menatap Maia, "Jadi, lo juga termasuk ya, Mai?"

"Pernah dulu, tapi gue tolak!" jawab Maia dengan nada kesal.

"Calm down!"

Beberapa saat kemudian, Biru, pacar Maia, mendatangi mereka, "Gue pamit, nanti kita ketemu di kelas ya," kata Maia pada Rosalind.

Rosalind mengangguk sambil melihat Maia dan Biru menjauh. Akhirnya, Rosalind duduk sendirian di kantin yang cukup ramai ini, dengan handphone yang masih menyala di tangannya.

"Gua boleh duduk di sini?" tanya seseorang.

Rosalind mengangkat kepalanya, melihat siapa yang berbicara, lalu mengangguk dengan ragu.

"Lu murid baru, ya? Gua baru liat lu di sini," kata orang itu.

Rosalind masih fokus membaca halaman Twitter tanpa memperdulikan orang di depannya.

"Hei!" serunya.

Rosalind hampir terjatuh ke belakang jika orang itu tidak menahan tangan Rosalind yang hampir terlepas.

"Lo gila?" tanya Rosalind kesal.

"I am," jawabnya sambil tersenyum.

Rosalind mendengus, "Lepasin tangan gue."

Dia melepaskan tangan Rosalind dengan santai, "Nama gua Jerry, tapi lu bisa panggil gua Jeo."

"Oh, jadi lo yang namanya Jerry."

Jerry tersenyum tipis, "You've heard a lot of things about me huh??"

Rosalind merasa sangat kesal dengan Jerry yang sangat percaya diri ini, "I'm quite annoyed with your fans yelling for no apparent reason. Stop playing with people's feelings, karma is real."

Jerry memalingkan wajahnya dan menatap Rosalind dengan tatapan mengejek, "Playing with people's feelings? Aren't they the ones who are easily offended?"

"Admit that you're a playboy," ujar Rosalind dengan tegas.

Jerry menatap Rosalind dengan angkuh, "I can make you fall in love with me with just a blink of an eye."

"Yuck! Tinggi banget omongan lo itu, ya?"

"Just wait and see!"

"You're the one who will fall in love with me!"

"You're the one who will fall in love with me!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Internasional PlayboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang