Setelah Jerry pamit pulang, Rosalind menangis semalaman. Meskipun Joshua sudah sangat jahat kepadanya, tapi hatinya sakit sekali ketika mendengar berita duka tersebut. Hari ini, Rosalind mendatangi tempat dikebumikannya Joshua.
Mama Jerry tersenyum melihat Rosalind yang mau datang ke pemakaman anaknya tersebut, mengingat kelakuan keji yang sudah dilakukan kepada perempuan itu.
Peti Joshua dimasukan kedalam liang kubur, Mama Jerry sudah tidak bisa menahan isak tangisnya yang semakin lama semakin menjadi dengan sigap Papa Jerry memeluk dan menenangkan istrinya, tidak jauh berbeda dengan Jerry yang menangis disebelah Rosalind.
Disana tertulis Joshua Abraham 1996 - 2020
Pedih sekali melihat nama itu, Rosalind pun berpindah tempat, tidak kuat terlalu lama berada di dekat makam Joss. Lama kelamaan kerabat Joss membubarkan diri, begitu juga dengan Mama dan Papa Jerry.
Berbeda dengan Jerry yang masih tetap tinggal.
"Jeo, ayo pulang..." ajak Rosalind lembut ke Jerry yang masih memandangi makam Joss.
"Rosalind," panggil Jerry lirih. Rosalind langsung memeluk Jerry yang mulai menangis lagi.
"Jeo, lo yang bilang sama gue kalo gue nggak boleh nangis lagi. Itu juga tandanya lo nggak boleh nangis, biarin Joss tenang. Ayo pulang," ujar Rosalind panjang.
"Nggak mau, Sa, gua nggak mau pulang."
"Jerry Leonard!"
Mau tidak mau Jerry bangkit mendengar Rosalind yang sudah berteriak membuatnya takut dimaki-maki seperti waktu itu.
"Gue yang nyetir."
"Nggak usah, Sa, gua masih kuat."
Jerry langsung mengantar Rosalind ke apartemennya.
"Sampe."
"Thanks Jeo."
Rosalind dan Jerry turun bersamaan, tanpa menunggu lama Rosalind pun pamit untuk masuk. Saat hendak melangkah meninggalkan Jerry, tiba-tiba Jerry memeluknya erat, "Sa, thank you for trying, thank you for always being there, thank you for persevering. Thank you for everything, Rosalind."
"Aku sayang banget sama kamu, Sa."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.