Albio Zilvano Stoke,anak pemilik Brantha High School,badboy kelas kakap yang paling diincar kaum hawa Albio anak pertama dari pengusaha terbesar yang menjabat sebagai ketua geng yang bernama PASTANRA dan memiliki kembaran bernama Albayu Imanuel Stok...
Satu bulan sudah Nio menjalani masa komanya dan akhirnya Nio sudah sadar. Seminggu sebelumnya Nio sempat kritis tapi tuhan masih baik padanya. Semua keluarganya serta temannya sangat bahagia karena Nio kuat dan masih bisa ikut merasakan bagaimana kehidupan didunia ini
Kini semua temannya ada dikamar Nio, Bayu juga ada disana.
"masa pas gue tidur gue denger ada omongan tapi nggak ada yang bener semua, katanya gue mau dibeliin kiranti, terus kalo gue pergi nggak ada bahan ledekan sama temen adu bacot, tapi gue nggak tau siapa"
Hening, semua diam lalu menatap satu sama lain, entah kenapa perkataan Nio tadi membuat mereka malu, mereka merasa kalau dia semua teman yang sangat tidak baik
"lo salah denger kali Nio" bantah Zibran yang membuat Nio semakin bingung
"tau lo kecoa bunting, lagi juga kita semua pengen lo nggak usah bangun sekalian" cicit Nira dan menekan perban yang ada dikaki Nio
"AWW!!!, sakit cewek bar bar" pekik Nio namun Nira tetap saja tidak menggubris
"ck, manja banget sih lo jadi cowok" sarkas Nira
Nio memasang wajah sedihnya lalu mengguncang lengan kekar milik Bio yang berdiri tepat di sampingnya
"boss, Nira jahat sama Nio" Nio tau kalau Bio tidak akan memperdulikan jangankan membantunya menanyakan keadaannya saja tidak. "boss jahat, pokonya Nio minta beliin kiranti rasa original" lanjutnya
Semua tertawa dengan kelakuan Nio, ini yang dirindukan oleh teman-temannya, ada saja yang membuat mereka tertawa dengan tingkah konyolnya itu
Bio melepaskan tangan Nio yang masih saja melingkar dilengannya. Nio menahan ketawanya melihat ekspresi datar cowok itu, Nio tau bahkan semua temannya tau kalau Bio sangat anti di belai-belai dengan sesama jenis mungkin kalau Nio tidak sedang sakit sudah disemprot oleh cowok datar itu
"gue mau balik, cepet sembuh mau tawuran" katanya datar
Mata Milan melebar saat mendengar perkataan Bio tadi, Bio hanya mengangkat satu alisnya dan dijawab kembali oleh Milan dengan kepalan tangannya
"temen laknat, nyuruh gue sembuh cuma buat tawuran anjing" gumamnya
"gue denger bangsat" ujarnya sembari menoyor kepala Nio
Nio tidak menggubris dia hanya mengusap kepalanya karena sakit
Bio menarik tangan Milan agar ikut dengannya tanpa pamit terlebig dahulu pada temannya. Bicara soal Milan dia masih tinggal dirumah Bio karena orang tuanya belum juga bisa pulang dikarenakan perusaan milik papahnya yang ada di italy sedang mengalami penurunan alhasil mereka belum bisa kembali ke indonesia
Kini mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit, Bio sedari tadi hanya diaa begitupun dengan Milan mereka sama sekali tidak membuka suara satu sama lain
"Al anterin aku ke toko buku dulu" Bio hanya mengangguk paham
Akhirnya mereka pergi menuju toko buku yang Milan ingin datangi, Bio sebenarnya paling anti dengan hal yang berbau buku karena dia pikir otaknya sudah pintar untuk apa lagi dia belajar tapi kali ini mau tidak mau harus mau karena dia tidak mau membuat Milan kecewa
Akhirnya mereka sudah sampai ditempat yang dituju. Mereka masuk kedalam toko buku tersebut dengan tangan yang saling bergandengan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.