Ch. 3

311 47 0
                                        

Namjoo tengah serius mengetik beberapa berkas yang harus dikumpulkan ke atasannya besok. Namun ketukan interupsi dari Leo membuat jari Namjoo berhenti menari diatas keyboard.

"What ?" Tanya Namjoo

"Dipanggil sama bos baru. Katanya minta data internal 2 bulan lalu lengkap komplit" tutur Leo yang segera berlalu balik ke kubikellnya.

Anne sih yang mendengar sudah mengendikkan bahun. Karena anne tau itu memang bagian namjoo kalau sudah berurusan dengan data data penting.

"Gih cepetan" suruh Anne membantu Namjoo mencari beberapa berkas.

"Wish me luck ann"

"Semangat by" ucap Anne segera mendorong Namjoo menjauh dari kubikelnya membawa beberapa berkas dan masuk ke ruangan bos baru mereka.

Namjoo mengetuk perlahan ruangan mewah itu. Eh tidak tidak ternyata belum masuk ke ruangan utama. Masih ada si sekertaris. Laki-laki.

"Ada yang bisa di bantu" tanya sang sekertaris bos baru nya tersebut ramah.

"Ahh ini. Tuan Jung meminta beberapa berkas lama" kata Namjoo seraya memperlihatkan berkas di genggaman tangannya.

Setelah menelfon sang atasan lewat telpon yang ada di meja. Si sekertaris yang ber tag name "David" itu memperbolehkan Namjoo masuk menemui sang atasan.

Namjoo mengetuk pelan ruangan mewah didalam ruangan itu.

Pemandangan mata yang didapat pertama kali oleh netra namjoo adalah.

Tuan Jung si bos barunya sibuk dengan beberapa berkas sampai tidak mengetahui kedatangannya. Rambut slick back terap rapi seperti di awal sang bos baru memperkenalkan diri.

Ruangan mewah. Aroma maskulin sekali. Kata Namjoo dalam hati.

Jas nya tidak terpasang pada badan err kekar tersebut tapi tergantung di belakang kursi.

Tidak mau lama lama. Namjoo berdehem pelan. Menyadarkan bos nya kalau ia sudah datang membawa beberapa berkas yang diminta.

"Ekhem"

Jeffrey menoleh. Melihat namjoo. Tampak seperti berpikir.

Namjoo yang tau maksudnya ditatap seperti itu mulai berbicara.

"Berkas 2 bulan lalu yang anda minta tuan" Namjoo meletakkan beberapa tumpuk kertas ke atas meja Jeffrey yang sisi nya kosong.

Jeffrey mengangguk.

Namjoo membungkuk bergestur hendak pamit keluar ruangan.

Dan langkah kebelakang ketiga Namjoo terhenti karena panggilan bos baru nya yang baru saja mengeluarkan suara bariton nya.

"Permisi miss kim" interupsi Jeffrey

Namjoo berbalik dengan muka panik. Berharap bos baru nya ini tidak mengenalnya sebagai..

"Aku kira kita pernah bertemu" kata Jeffrey yang sudah berdiri dari kursi empuknya menyusul Namjoo.

Oh shit. Namjoo ketahuan sekarang padahal tadi ia berusaha menutup mukanya dengan rambutnya yang panjang dan bahkan menyerahkan berkas sambil menunduk dalam. Sial

"Benarkan ?" Jeffrey sudah berdiri dekat didepan Namjoo tepat.

"Maaf tuan saya kira.." Namjoo bersuara sambil mendangakan kepala.

"Got you" kata Jeffrey sudah melihat muka Namjoo. Kemudian dengan santai nya menegadahkan tangan meminta sesuatu.

Namjoo diam seribu bahasa. Oh tuhan kesannya sudah buruk di pertama kali bertemu si bos baru.

𝙷𝚒𝚜 𝚅𝚒𝚌𝚝𝚒𝚖Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang