#1 - Saintsup 5/6/2019
Kisah tentang hantu laki-laki yang mencari penyebab kematiannya
"P' aku membutuhkanmu"
"Kita tidak bisa bersama, tolong jangan persulit keadaan kita"
PerthSaint Fanfiction
*mengambil alur cerita dari series BL thai He Celebrat...
"Hah mimpi seperti biasa."kataku mengangkat tangan menghalau sinar matahari. Penasaran kenapa hantu bisa bermimpi? Aku pun baru tahu setelah kematianku. Aku mempikan hal yang sama selama tiga tahun. Tepatnya sejak ulang tahunku yang ke 18. Benar! Itu juga jadi hari kematianku. Menurutmu keren? Nggak, itu justru hal yang menyedihkan. Yang aku ingat Aku Perth dan mimpi itu. Aku hantu. Ya aku sudah menjadi hantu.
Entah bagaimana aku memiliki sebuah kalung pick gitar dileherku. Padahal barang-barang duniawi tidak akan ikut ke dunia akhirat. Menjadi hantu di usia semuda ini kau pasti menganggapku sial. Tapi ada yang lebih parah dari itu. Seperti yang kau lihat kuburanku kotor dan cokelat. Karena tidak ada yang menziarahiku. Aku adalah hantu yang kesepian.
Hari Raya Qingming, 2000
Perth duduk termenung di samping makamnya. Ia hanya memerhatikan orang yang lalu lalang di depannya. Mereka semua sibuk mempersiapkan sesembahan dan juga membersihkan makam sanak saudara mereka. Ada yang menata makanan, menyalakan dupa bahkan berdoa dengan khidmadnya.
Perth POV 3 tahun sudah berlalu aku habiskan hari demi hari di pemakaman ini. Aku sudah lebih baik dari sebelumnya, aku tidak kaget lagi ketika manusia bisa menembus badanku. Aku sudah terbiasa diabaikan dan tak terlihat. Aku ingin hidup damai sebagai hantu paling tampan di pemakaman ini dan menunggu reinkarnasi tiba. Ya benar, aku belum reinkarnasi. Mulanya aku bingung mengapa aku tidak bereinkarnasi seperti roh lainnya. Namun teman sesama hantuku Yacht bilang kalau aku belum reinkarnasi karena tiga hal. Pertama usia hidupku belum berakhir, kedua adalah tidak ada yang merayakan Qingming untuku yang artinya aku sebatang kara dan terakhir adalah aku belum mengetahui penyebab kematianku. Ketika Yacht mengatakan hal itu sambil tertawa aku hanya terdiam dan berpikir, "sepertinya waktu reinkarnasiku akan lama, secara aku memenuhi ketiga syarat itu" batinku sedih. Tapi aku percaya suatu hari nanti akan ada yang merayakan Qingming di makamku dan mengantarkanku untuk reinkarnasi. Aku hanya perlu menunggu dan menunggu.
Perth POV End
Hari Raya Qingming, 2003
"Hey teman, wajahmu jelek sekali" kata Yacht mengejek Perth yang sedang cemberut di dekat makamnya. "Bisakah kau diam bodoh" kara Perth dengan nada ketus. "Hiaa kau bahkan lebih bodoh, memasang wajah sedih begitu tidak akan membuat manusia-manusia itu kasihan padamu, yang ada kau akan diusir dengan petasan hahahhahaah" tawa Yacht membahana, karena kesal aku tendang saja bokongnya -.-
"Aku percaya, suatu hari nanti keluargaku akan menziarahi makamku dan membuat perayaan Qingming yang meriah di makamku" kata Perth dengan nada penuh percaya diri. "Terserah kaulah teman, lihat orang disebelah makammu bahkan sudah punya anak ahahaha" ejek Yacht lagi. Perth kemudian pergi meninggalkan Yacht ke kuil sekitar makam, Perth selalu datang kemari dan berdoa agar segera reinkarnasi. Aneh memang hantu pergi ke kuil. Tapi tuhan maha adil, mungkin saat ini doa-doa Perth sedang menuju tuhan. Tunggu dan lihatlah....
Perayaan Qingming 2005
Perth POV Hari ini seperti hari biasa, sepi dan hampa. Aku sudah tidak tertarik lagi dengan Qingming dan sebagainya. Aku hanya menyaksikan orang-orang yang datang perlahan berubah. Ada yang membawa cucunya, mengantar anaknya yang mulai tumbuh dewasa dan lain-lain. Seperti biasa aku hanya terbaring di atas makamku memandang langit biru tanpa awan. Menikmati setiap hembusan angin dan sinar matahari yang mulai meninggi.
Perth POV End
Dikejauhan nampak beramai-ramai orang berbaju hitam datang. Mereka terlihat seperti sedang mengawal orang penting. Ada apakah gerangan? Ini kan hanya pemakaman. "Aku ingin ikut bersama Po ku, kembalikan mereka hiks hiks" tangis seorang bocah laki itu mampu mengalihkan perhatian orang-orang yang sedang berdoa di depan makam. Bocah laki-laki berperawakan kurus, berambut coklat caramel dengan kulit yang sangat putih. "Aku mau bersama Po ku, tolong lepaskan hiks hwaaa" tangisnya kencang dan sendu, Perth yang sedang asyik berbaring ikut terbangun dengan suara gaduh itu. Dia kemudian berdiri dan melihat sekitarnya sudah ramai. "Apa yang terjadi sih, tidak tau orang sedang kesal -.-" omel Perth sembari mendekati keributan itu. "Aku ingin Po hiks tolong lepaskan" tangis bocah laki-laki itu lagi. Karena geram Perth pun iseng berkata" mereka sudang mati Nong, tidak bisa kembali!" Kata Perth dengan nada lantang. Namun siapa sangka si bocah laki-laki ini menjawab "mereka belum mati, kembalikan Po padaku, Po hiks hiks" tangis kian sendu dan serak. Perth tercengang karena merasa perkataannya dibalas oleh bocah itu. Dan lebih hebatnya lagi bocah itu berbicara sambil menatap ke dalam mata Perth, Deg..deg..deg
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TBC🖤❤️
Nb : Festival Qingming atau Cheng Beng adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur sesuai dengan ajaran Khong Hu Cu.