Lomba ala Fey

2.2K 105 3
                                        

SELAMAT DATANG🇮🇩
Nggak ada Prolog, ya, kita langsung cuss ke ceritanya🤗
SELAMAT MEMBACA TAMAN-TEMAN😉

SELAMAT DATANG🇮🇩Nggak ada Prolog, ya, kita langsung cuss ke ceritanya🤗SELAMAT MEMBACA TAMAN-TEMAN😉

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍫🍫🍫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍫🍫🍫

Tampang boleh imut-imut, tapi soal kelakuan? Dia yang paling parah. Coba saja tanya ke kelas X IPA 2, siapa di kelas yang paling sering bikin rusuh? Sudah jelas, jawaban mereka selalu kompak, yaitu 'si barbar kecil Fey!'

Bahkan saat ini saja, selang beberapa menit seorang guru piket keluar kelas setelah memberikan tugas, semuanya sudah riuh rendah. Mereka tidak menghiraukan tugas yang diberikan guru piket itu dan justru berkumpul di satu titik, yaitu ditengah-tengah kelas. Sudah tidak diragukan lagi dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, bahwa biang dari kegaduhan itu adalah Fey.

Meski pun baru saling mengenal, hal itu tidak membatasi mereka untuk mengetahui sifat dan kelakuan Fey. Tidak heran, sewaktu MOS dua bulan yang lalu saja, Fey sudah menarik perhatian banyak orang akibat kelakuan yang sangat bertolak belakang dengan wajahnya yang imut-imut. Dan ditambah tubuh mungilnya yang tidak memenuhi standar kualitas anak remaja. Lebih kelihatan seperti anak SD ketimbang anak SMA. Unyu-unyu tapi sering bikin orang senewen.

Fey berdiri di tengah-tengah kerumunan teman sekelasnya. Ia akan menggelar lomba, dan orang yang menjadi sasarannya untuk dijadikan lawan adalah Devan, sang ketua kelas. Fey memang sudah mengatur rencananya ini dari beberapa hari yang lalu.

"Lomba apa?" tanya Devan setelah sebelumnya ia berhasil dipaksa untuk menjadi peserta dalam rangka lomba yang dimaksud Fey. Sebenarnya ia sangat enggan, namun apalah daya, dipaksa oleh warga sekelas membuatnya mau tak mau harus mengiakan daripada dikeroyok masal. Usut punya usut, meski hampir satu kelas pernah terkena kejahilan cewek sedeng itu, ternyata tak membuat mereka menaruh dendam, nyatanya semuanya justru kompak saat ada sasaran baru yang dijadikan sebagai ajang unjuk gigi cewek itu. Kekompakan kelasnya memang patut diacungi jempol. Tapi ia jadi bingung sendiri karena kekompakan itu hanya terjadi jika ada keterlibatan atau sangkut pautnya dengan Fey. Aneh bukan?

Not your, Babe! [PROSES REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang