Meski memiliki badan yang tergolong mungil seperti anak SD, tapi percayalah, Fey tidak akan gentar oleh ombak maupun badai.
Namun siapa sangka, jika sudah berhadapan dengan Rama, cowok yang katanya naksir padanya, ia akan langsung lari terbirit-biri...
Jangan lupa dukung cerita ini dengan cara vote dan komen yawww😙
HAPPY READING📖
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hampir tiga tahun Audy menipu perasaannya sendiri dengan berbagai macam kalimat penyangkalan tentang ‘she doesn't love him’ yang selalu ia tanamkan jauh ke lubuk hatinya, beberapa hari ini terasa memudar, seakan-akan sedang ada yang berusaha menghapus kalimat itu dari hati dan pikirannya.
Dan ketika kalimat itu berhasil terhapus di hati maupun pikirannya. Audy menyadari, nyatanya ia masih belum bisa menghapus perasaannya.
Perasaannya masih tetap sama hanya untuk satu nama.
Gerald.
Sekarang ini Audy dan Tante Amanda—mamanya Gerald—sedang melihat-lihat album foto keluarga cowok itu di gazebo halaman belakang, tak jauh dari kolam renang.
Tepat saat kembali membuka halaman, Audy tersenyum saat tante Amanda berseru heboh seraya menunjuk foto Gerald dan dirinya. Foto itu diambil saat hari kelulusan SMP. Hari itu adalah hari yang membahagiakan sekaligus menyedihkan bagi Audy. Ia bahagia dikarenakan dirinya lulus dengan nilai sempurna, tapi sayangnya di momen membahagiakan itu orang tuanya tidak datang. Alasannya tentu saja karena pekerjaan, sehingga orang tua Gerald menawarkan diri untuk mewakili ketidakhadiran orang tuanya itu. Tanpa sadar ia membandingkan orang tuanya sendiri dengan orang tua Gerald. Audy merasa iri ketika begitu banyaknya momen yang diabadikan orang tua Gerald melalui album itu ataupun beberapa figura yang dipajang di dinding tangga menuju lantai atas.
Benar-benar keluarga yang harmonis.
Audy merasakan sentuhan tangan lembut di lututnya. Ia menoleh pada Tante Amanda yang sudah menatapnya penuh tanya.
“Kamu pasti bosen ya denger ocehan Tante? Atau kamu mau jalan-jalan keluar?”
Audy tersenyum, kemudian menggeleng pelan. “Nggak, kok, Tante. Justru Audy seneng bisa denger suara Tante lagi.”
“Yang berisik?” tanya Tante Amanda melanjutkan ucapan Audy.
Keduanya pun tertawa. Beberapa menit setelahnya mereka memilih untuk masuk ke dalam rumah saat samar-samar mendengar suara mobil di halaman depan, yang tak lain adalah Gerald yang baru pulang setelah Tante Amanda menyuruh cowok itu membeli stok camilan dan beberapa kue. Kemudian, tak lama setelah itu mobil lain memasuki pekarangan rumah. Tante Amanda langsung menyambut Om Adipati—papanya Gerald yang baru saja pulang kerja.
Setelah keluar dari rumah sakit dua hari lalu, ketika ia dijemput oleh Tante Amanda dan dipaksa untuk tinggal di rumah mereka sementara waktu, seraya menunggu orang tuanya pulang ke rumah, ia memang jadi sering melihat hal itu. Di mana Tante Amanda akan menyambut kedatangan Om Adipati di pintu masuk. Setelah Om Adipati memberikan ciuman singkat di kening, tante Amanda pun langsung mengambil alih tas kerja suaminya. Sebelum hilang di balik pintu kamar, dengan wajah lelahnya Om Adipati menyempatkan diri untuk menanyakan keadaan Audy dan mengobrol singkat dengan Gerald.