Meski memiliki badan yang tergolong mungil seperti anak SD, tapi percayalah, Fey tidak akan gentar oleh ombak maupun badai.
Namun siapa sangka, jika sudah berhadapan dengan Rama, cowok yang katanya naksir padanya, ia akan langsung lari terbirit-biri...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sejak kapan ada kingkong terbang?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Fey mencak-mencak tidak karuan ketika memasuki mobil Rama dengan wajah ditekuk. Kesal sendiri dengan kelakuan Mama dan Iyem yang membiarkannya pergi dengan Rama begitu mudahnya hanya karena mereka percaya dengan perkataan pria itu, yang bilang bahwa mereka pacaran.
Terutama sama si Iyem. Rasanya Fey ingin sekali memasukan Iyem ke dalam karung beras lalu melemparnya ke dalam laut. Terutama ketika Iyem dengan sok akrabnya bilang bahwa Fey selalu mengigau sambil menyebut nama Rama. Jelas saja Fey langsung membantah keras atas tudingan Iyem yang tak berdasar itu. Pintar sekali Iyem mengada-ngada.
Rama sesekali melirik Fey yang terlihat bersandar malas dengan wajah masam. Entah kenapa melihat Fey yang seperti itu menjadi hiburan tersendiri untuknya. Ia jadi teringat kata-kata Iyem tentang Fey yang mengigau. Meski sebenarnya ia tahu bahwa itu hanyalah candaan Iyem untuk menggoda Fey. "Jadi kamu diem-diem sering mikirin aku?"
"Nggak!" sanggah Fey secepat kilat.
"Wowowoo... santaii."
"Lagian siapa juga yang mau mikirin lo," gumam Fey yang ternyata masih bisa didengar oleh Rama.
"Nanti lama-lama juga kepikiran, kok," kata Rama.
Fey memutar bola matanya malas menanggapi ucapan pria itu. Ia hanya menatap jalanan tanpa tahu tujuan mereka ke mana. Lebih baik ia diam daripada harus meladeni perkataan Rama yang kapan saja bisa membuatnya kesal bukan kepalang.
"Kamu jadi lebih pendiam sekarang."
Tidak ada tanggapan apa pun dari Fey. Ia memilih bungkam. Jelas saja ia jadi lebih pendiam dibandingkan saat di rumahnya tadi. Jika tadi, mungkin Fey masih bisa menunjukan taringnya dan mendapat pertolongan dari Mama dan Iyem jika Rama berani macam-macam terhadapnya. Tapi sekarang, mana mungkin ia berani berbicara keras-keras dengan wajah arogan di saat berduaan seperti ini. Bisa-bisa pulang tinggal nama dia.