Tatapan Maut Sang Playboy

1.4K 86 1
                                        

Alangkah baiknya, sebelum membaca, marilah kita menekan tombol ⭐ bersama-sama⛄ Supaya berkah🙏

SELAMAT MEMBACA TEMAN-TEMAN😆

SELAMAT MEMBACA TEMAN-TEMAN😆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍫🍫🍫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍫🍫🍫


Sesampainya di kantin, Fey langsung ikut nimbrung dengan teman ceweknya yang lain. Tapi sedetik kemudian ia justru heboh sendiri mondar-mandir memesan makanan. Teman-teman Fey sendiri sudah tidak heran melihat porsi makan Fey yang seabrek itu. Ditambah tangan Fey yang tidak bisa diam masih comot sini comot situ.

"Enak ya lo! Makan banyak, tapi badan tetep oke. Kalo gue pasti udah melar kali," celetuk Sera yang duduk berseberangan dengannya. Perkataan Sera ternyata cukup membuat beberapa temannya menoleh.

"Iya, Fey! Iri deh gue sama lo!" sahut yang lainnya.

Yang lainnya serta merta mengangguk setuju. "Ho-oh! Apa sih rahasianya? Kasih tau dong!"

Fey menatap satu per satu teman-temannya itu lalu mengibaskan tangannya santai. "Masalah badan urusan belakangan. Nggak usah dipikirin. Yang penting sekarang makan dulu. Mumpung gratis."

"Yeee! Itu sih, elo aja," sahut Sera.

"Tenang! Nanti gue kasih solusinya." Fey hanya menjawab asal. Ia juga sebenarnya tidak tahu menahu tentang badannya. Dulu ia sempat meminum berbagai jenis susu penumbuh tinggi badan akibat sering diejek oleh teman-temannya yang lain. Tapi tetap saja, bertambah tinggi tidak, melar yang seperti dikatakan oleh Sera juga tidak, yang ada dia sering mual-mual karena tidak tahan dengan minuman berjenis susu atau pun olahan-olahan yang berasal dari susu. Akhirnya Fey menyerah. Mungkin hormon pertumbuhannya sudah mentok di titik itu. Nasib!

🍫🍫🍫

Gayanya yang cuek. Tingkahnya yang heboh. dan rambut pendeknya yang diikat asal-asalan. Sesekali Rama menoleh pada cewek itu. Tanpa sadar ia tersenyum geli ketika cewek itu berbicara dengan mulut yang penuh makanan. Rama pernah beberapa kali melihat cewek itu mengantar Lana untuk bertemu dengan Gerald. Saat itu Rama tidak terlalu memperhatikannya, juga tidak ada niatan untuknya menjadikan cewek itu sebagai pacar barunya. Namun sekarang berbeda. Rama justru menginginkannya.

Not your, Babe! [PROSES REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang