Ketika rasa hanya bisa terpendam
Ketika lengkingan hanya bisa teredam
Ketika napas hanya bisa tenggelam
Bersama hati yang hancur dibawa pekatnya kelam
Aku melangkah bersama harapan
Bahwa kita akan tetap jadi teman
Berhubungan baik tanpa sebuah pertikaian
Namun semua tak sesuai keinginan
Aku lengah pada egomu
Padahal aku selalu sabar menghadapimu
Namun emosi sudah menguasai ragaku
Hingga kau terluka karena bentakan itu
Maafku tak cukup buatmu
Kamu hanya berpura-pura, tuk menghentikanku
Karena muak dengan segala ocehanku
Dan benci mendengar sugestiku
Tertanda, triasrim.
23 Juni 2019
KAMU SEDANG MEMBACA
Runous
PoetryHanya kumpulan kata yang dirangkai dengan imajinasi oleh sang rasa.
