Ketika kita berada di satu persimpangan yang sama
Hanya saling melihat tanpa mau bersuara
Ketika kita berada di satu suasana yang sama
Hanya saling tersenyum tanpa ada kata sapa
Kala itu kita sangat dekat
Seperti rantai yang saling mengikat
Menjaga agar senantiasa kuat
Bertahan dari segala cuaca dan karat
Saat rasa itu hadir kembali
Getarannya masih sama, saling mengisi
Siluet tajam yang menusuk hati
Entah untuk sampai kapan lagi
Hingga akhirnya kau ingin merajut kembali
Untaian benang yang sempat putus dan terakhiri
Kau berkata, ini adalah anugerah Tuhan yang tak terhindari
Akupun mengiakan ajakanmu untuk kembali
Hanya beberapa jam, lalu kau akhiri lagi
Kau pikir ini adalah cerita yang kau buat sendiri
Firasatku benar, ini adalah musibah yang ssharusnya aku hindari
Tapi aku kembali jatuh padamu, lagi dan lagi
Tertanda, triasrim.
30 Mei 2019
KAMU SEDANG MEMBACA
Runous
PoezjaHanya kumpulan kata yang dirangkai dengan imajinasi oleh sang rasa.
