Shakira menangis dalam dia saat ini dia tengah berada entah dia pun tidak tau yang pasti tempat ini seperti kamar seorang pria? Dia duduk dikursi dengan tangan dan kaki yang diikat sedangkan mulutnya ditutup dengan lakban.
Tadi saat shakira pulang sekolah ada seseorang yang membekap mulutnya lalu tak lama dia pingsan dan saat dia terbangun dia sudah berada disini.
"Kenapa aku gak mati aja" batinnya sedangkan matanya terus mengeluarkan airmata.
Airmata shakira semakin deras ketika mendengar suara langkah kaki, tak lama setelah itu pintu terbuka shakira memejamkan matanya kuat kuat.
"FEROSS" teriak laki laki itu kencang shakira tersentak mendengar suara teriakan laki laki yang ada didepannya.
"Iya tuan"
"Siapa yang menyuruhmu mengikatnya?" tanyanya.
"Maaf tua bukan saya yang mengikatnya sa.."
"Potong tangan orang yang mengikatnya" katanya santai, shakira semakin takut sekarang.
"Tapi.."
"Kau membantah heh?"
"Tidak tuan saya permisi" pamitnya kemudian berlalu.
"Hai baby" sapanya namun shakira tetap bungkam (iyalah bungkam mulutnya dilakban goblok -_-) dengan kepala yang ditundukkan.
Laki laki itu berjalan mendekati shakira kemudian melepaskan lakban dan tali yang mengikat shakira dengan sangat lembut.
Matanya menatap tajam tangan shakira yang memerah karna ikatan tali yang terlalu kuat.
"Apa ini sakit?" tanyanya mengelus tangan shakira. Lagi lagi shakira bungkam.
Terdengar suara geraman dari laki laki itu "APA KAU TULI HAH?" bentaknya mencengkram bekas lebam ditangan shakira.
"Hiks sakit hiks"
Mendengar suara tangisan shakira laki laki itu menjadi panik sendiri "maafkan aku baby" katanya menarik shakira kedalam pelukannya.
Setelah shakira mulai tenang laki laki itu menarik dagu shakira agar gadis itu mau menatapnya.
"Om siapa hiks"
"Om?"
Shakira menundukkan kepalanya sepertinya dia salah bicara "Alden isykar alingga"
"..calon masa depanmu" lanjutnya.
Shakira mendongakkan kepalanya menatap laki laki yang bernama alden tersebut, penampilannya seperti ceo dan menurut shakira ceo itu om om.
"A..pa kenapa bisa?" tanya shakira bingung.
"Apa yang seoarang alden inginkan harus bisa didapatkan mau tidak mau kamu harus mau" kata alden
Shakira menggelengkan kepalanya "aku mau pulang" katanya.
"Dan disiksa kembali oleh ibumu? Oh tidak baby aku tidak rela jika dia melukaimu lagi" kata alden mencium rambut shakira.
"Tapi aku tidak suka ada disini" cicitnya pelan.
Alden menggertakkan giginya kemudian menjambak rambut shakira sehingga gadis itu berteriak kesakitan.
"Hiks sakit"
"Sakit?"
"Lepasin om hiks"
"AKU CALON SUAMI MU BUKAN PAMANMU" teriak alden.
"Sakit kak hiks"bukannya melepaskan jambakannya alden malah mengencangkan jambakannya.
" sayangnya kita bukan saudara sehingga kamu harus memanggilku kakak"kata alden.
"Hiks sakit hiks" alden seakan tuli dengan tangisan shakira.
Shakira memegang kepalanya yang terasa berdenyut tak lama kemudian gadis itu tak sadarkan diri.
Alden menidurkan shakira ditempat tidurnya kemudian mengecup kening shakira "tidur yang nyenyak baby" bisiknya kemudian berlalu dari sana.
Alden menuruni anak tangga dengan santainya tanpa melihat tatapan dari abi, umi dan saudara saudaranya.
"Apa?" tanya alden dengan wajah polosnya.
"Umi masa bang deden bawa cewek masuk rumah mi" adu anya.
"Iya mi mana ceweknya masih smp"sambung aldo.
" udah gitu digendong lagi mi kayak diculik gitu"
"Cantik sih auto embat boleh gak sih" kata aldi.
"Pisauku masih bisa menembus perutmu" kata alden.
"Mampus lo" ejek aldo.
"Alden siapa yang kamu bawa" kata ali dengan tatapan datarnya.
"Calon menantumu" jawabnya singkat.
"Tapi..."
"...menantu impian umi" lanjutnya kemudian berjalan mendekati uminya mengecup pipi prilly setelah itu berlalu tanpa mendengar teriakan murka dari ali.
"Gila. Untuk kita kembarnya gak identik" celetuk alfan.
"Maksud alden menantu impian aku apa kak?" tanya prilly menatap ali dengan tatapan polosnya.
"Gadis yang kamu ceritakan kemarin" kata ali singkat.
Mata prilly melotot "ASTAGFIRULLAH ALDENNNNNN" teriak prilly dengan suara cemprengnya.
Sedangkan saat ini alden tengah menghadiri acara gosip unfaedah kata alden.
Alden duduk dengan tenang disofa wajahnya masih datar sedangkan disampingnya ada naina yang terus tersenyum.
"Hai alden hai naina wah kalian cocok ya" kata hostnya disambut senyuman manis oleh naina sedangkan alden? Dia hanya bersecih sinis awal awal gosip dimulai dari ini.
"Aku boleh nanya gak?" kata host nya.
"Boleh aja kok kak" kata naina.
"Kalian ada hubungan apa?"
Naina tertawa seraya menutup mulutnya "yaampun malu tau gak usah dibahas" katanya.
"Wah kok malu ada apa nih" host tersebut semakin gencar mencari tau hubungan keduanya.
"Kita mah jalanin aja dulu" kata naina memeluk lengan alden.
"Apa yang perlu dijalani? Memang kamu siapa penting bagiku saja tidak" kata alden pedas menghempaskan tangan naina yang menempel dilengannya.
"Sayang gak usah malu ups maaf" kata naina.
"Wahhh kalian pacaran?"
"Tidak ada sejarahnya seorang alden isykar alingga berhubungan dengan hal hal yang berbau murah"
"Saya alden isykar alingga ingin menyampaikan bahwa sebentar lagi saya akan bertunangan terimakasih" kata alden berlalu dari sana tanpa memikirkan camera yang sedang menyorotnya.
"Peduli setan" gumamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Name Is Alden
RomanceCover by @faraid Alden Isykar Alingga story. Banyak kata kata kasar, jadi buat para bocil mendingan jangan dulu baca. "Jadilah milikku" kata seorang pria kepada gadis yang sedang menunduk itu. "ak..." "ini perintah bukan permintaan.." "dan jangan...
