15. PERBAIKAN PERASAAN

193 10 1
                                        

15. PERBAIKAN PERASAAN

ada banyak hal yang aku pengin ngomong ke kamu. Tapi aku sadar, kita terlalu asing buat sedeket itu,”—Aulia salsabila.

Azhura yang baru saja ingin pergi menoleh saat ada yang memanggilnya. Itu agam. Azhura terlonjak kaget lalu cepat-cepat melangkah pergi menjauh. Diluar nalar azhura, agam malah mengikutinya dengan santai dari belakang. Agam bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi pada mereka kemarin. Seolah-olah cowok itu lupa. Atau pura-pura lupa.

Azhura mempercepat langkahnya saat melihat kelasnya sudah dekat. Dia buru-buru masuk lalu duduk di kusinya. Kakinya gemetar ntah karena apa. Cowok itu belum sampai. Jelas karena azhura meninggalkannya jauh dibelakang.

“azhura,” sapa agam lembut saat cowok itu mulai masuk ke dalam kelas. Azhura tidak menjawab. Cewek itu menutup mulutnya rapat-rapat agar sebisa mungkin menghindar menjawab agam.

Biasa marahnya orang sabar itu pasti selalu diam.

Agam duduk didepan azhura. “lo kenapa ngehindar dari gue?”

Itu pertanyaan paling bodoh yang pernah cowok itu lontarkan. Jelas saja azhura menjauhinya. Dasar cowok tidak peka!

“mau denger cerita nggak?” Tanya agam, tapi tanpa menunggu jawaban azhura cowok itu melanjutkan kalimatnya. “waktu itu gue hancur banget. Orang tua gue cerai dan sebulan kemudian nyokap gue meninggal.” Ucap agam lagi. azhura pura-pua tidak mendengarkan dengar mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

“siska selalu ada buat gue. dia cinta pertama gue. dia yang bantu gue bangkit dan mulai semuanya dari awal. Hidup gue berantakan banget sebelum kenal dia.” ujar agam. Sambil tersenyum tipis. “dia selalu ngekang gue, tapi itu yang buat gue tambah suka sama dia.”

“dia marah kalau gue deket sama cewek lain. Dia juga suka banget foto gue diem-diem terus diposting di Instagram.”

“tapi pas gue sama lo… gue ngerasa hidup.” Agam menatap azhura. “lo bukan siska yang selalu ngekang gue. tapi lo… cewek yang selalu berjuang buat gue.”

“sekarang lo tenang aja, azhura. Gue yang bakal berjuang buat lo,” ujar agam.

membuat azhura menoleh padanya. Agam yakin azhura pasti kaget. “gue cuman nganggep siska masa lalu gue. tapi cewek yang ada di depan gue sekarang, itu masa depan gue,”

***

“eh ternyata si faris sama hanny jadian!” celetuk aldi yang baru saja datang dari kamar mandi. “gitu ngomongnya, nggak. Dasar munafik.”

“ceweknya pelakor cowoknya penjilat. Dah, cocok.” Vani menambahkan. “lagian si hanny kan emang nggak tahu malu. Suka banget ngembat cowok orang.” Aldi dan vani memang suka menggosipi hanny anak ipa 1 yang terkenal karena kelakuannya sebelas dua belas dengan bella. Tapi bedanya bella tidak suka merebut cowok orang lain.

Pintar, cantik tapi murahan. Percuma!

“kemarin gue lihat dia jalan sama faris dikantin. terus gue nggak sengaja tuh ngeliat Delia. Kasihan banget tuh cewek. Dasar gak punya malu.” Ujar aldi, gemas.

“namanya aja pelakor di. Mana ada sih pelakor yag punya malu?” vani tersenyum miris. “perebut cowok orang kok bangga.”

“udah nggak usah ngurusin hidup orang.” Timpal agam yag daritadi hanya diam mendengarkan. “mending lo berdua bantuin gue milih tempat buat jalan sama azhura.”

“lah anjir. Udah balikan lo?” ujar aldi sambil terkekeh pelan.

“emang siapa yang putus? Gue nggak pernah nge’iya’in permintaan dia buat putus.” Ujar agam tersenyum.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 11, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bar-bar GIRLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang