🍬🍬🍬
"Hai Kath? Balik sama siapa?" tanya seorang cowo, tentu nya Zeiland. Heran ya, Zeiland mulu yang ganggu.
Kathya menghiraukan dan tetap berjalan terus.
"Ditanya juga" ujar Zeiland
Kathya masih memandang lurus dan terus berjalan sembari melipatkan tangan nya di depan dada.
"Temen lo pada kemana?" tanya Zeiland
Kathya menghembuskan nafas nya lalu menjawab.
"Udah balik!" ketus Kathya
"Weess slow"
"Jangan ganggu gue lagi! Please" mohon Kathya
"Gak bisa! Lo harus terima akibat nya! Karna ulah abang lo!" Ucap Zeiland yang membuat Kathya terdiam karna merasa takut. Tidak heran jika Kathya takut karna secara Zeiland ini orang brutal dan nekat segala apapun yang cowok itu mau harus terpenuhi.
"Ikut gue!" Zeiland menggenggam tangan Kathya kuat kuat lalu menarik tangan nya dan membawa pergi Kathya.
Kathya menghentakkan tangan nya, namun tetap saja tenaga Zeiland lebih besar dari nya. Sehingga untuk lepas dari nya cukup sulit.
"Lepasin!" protes Kathya sembari menghentakan tangan nya.
Gavin yang sedang berjalan untuk pulang, tidak sengaja melihat Kathya yang sedang di tarik tarik. Gavin pun segera menghampiri mereka berdua.
Alan yang juga mendengar teriakan yang tidak asing bagi nya langsung mencari cari sumber suara dan menemukan Kathya yang tengah ditarik tarik oleh Zeiland. Tangan Alan sudah mengepal kuat di samping sisi tubuh nya.
"Ehh Lan! Kathya noh" ucap Abram sembari menunjuk Kathya dan Zeiland. Membuat keempat teman nya juga menoleh melihat keduanya. Tidak heran jika Kathya cukup terkenal di sekolah nya, secara Kathya adalah anak yang pintar tapi tidak begitu cantik dan tidak seperfect Audy.
"Iya gue juga tau" sahut Alan masih memperhatikan
"Tolongin giih" usul Bryan yang sedang duduk di jok motornya bersama teman nya.
Alan beranjak bangun dari duduk nya di atas jok motor, tapi niat nya kembali cowok itu urungkan karna Gavin datang menghampiri Zeiland dan Kathya, bagai Pahlawan kesiangan.
"Kenapa gak lo tolongin?" tanya Sandi
"Biarin aja" ucap Alan, singkat.
Gavin menarik seragam Zeiland lalu menonjok pipi nya dan menendang perut nya. Membuat Zeiland terjatuh dan terduduk di tanah.
"Jangan kurang ajar lo sama cewe!!" ucap Gavin dengan tatapan tajam serta dingin dan dengan rahang yang mengeras.
Kathya refleks bersembunyi dibalik punggung Gavin saat melihat Zeiland kembali bangkit.
"Ohh jadi ada pahlawan kesiangan cerita nya" Tukas Zeiland, setelah itu kembali melakukan aksi baku hantam dengan membabi buta.
Hingga akhir nya Zeiland kabur karna kalah, lalu hanya tersisa mereka berdua. Alan sangat memperhatikan mereka lekat lekat.
"Makasih ya kak" ucap Kathya dengan senyuman nya
"Iya sam—" ucapan Gavin teredam beberapa suara deruman motor yang sengaja gas nya di kencangkan saat melewati Gavin. Membuat Gavin dan Kathya menoleh dan mendapatkan Alan bersama teman nya sedang berjalan keluar sekolah dengan motor nya. Tanpa menoleh atau menyapa Kathya.
"Kak, aku balik dulu ya" pamit Kathya
"Tunggu" cegah Gavin sembari memegang tangan Kathya dari belakang untuk mencegah Kathya.
Kathya melirik tangan nya yang digenggam Gavin. Gavin yang menyadari nya pun langsung melepas nya.
Gavin menatap Kathya.
"Kalo orang mau ngomong di tatap" saran Gavin. Kathya tidak berani mendongak karna ia takut karna tatapan tajam mata Gavin.
Dari kejauhan Alan dan motor nya yang berada di luar sekolah memperhatikan kedua nya. Hati Alan sedikit teriris saat melihat keduanya.
"Gue anter lo balik" ucap Gavin sembari menggandeng tangan Kathya, yang sial nya Katnya diam tidak menolak.
🍬🍬🍬
"Makasih ya kak" ucap Kathya setelah ia melepas helm nya.
Gavin tersenyum tipis.
"Biasa aja kali, kayak lo ama Alan"
"Ka—kakak perhatiin? " tanya Kathya menunduk.
"Gak jug—" ucap singkat Gavin terpotong.
"Kathya? Lo udah balik?" tanya Key dengan suara bariton nya.
"Iya kak" ucap Kathya
"Kak kenalin ini Kak Gavin temen Kathya. Kak Gavin, ini Kaka aku Kak Key" ucap Kathya memperkenalkan mereka berdua membuat keduanya saling mengangguk dengan senyuman tipis.
"Gue balik dulu" ucap singkat Gavin, yang di jawab anggukan oleh Kathya dan Key.
Di dekat sana, dua orang pria berbadan besar dan kekar sedang memperhatikan mereka
"Bos? Kami sudah menemukan keberadaan mereka" ucap salah satu pria itu di telfon.
🍬🍬🍬
"Ini berapa harga nya bang?" tanya Alan saat ia melihat sebuah barang accesories untuk wanita. Alan menanyai sebuah jepitan mini berbentuk bunga berwarna putih.
"Itu lima ribu" ucap si penjual
Kini Alan sedang mampir di toko accesories wanita, mengingat nanti malam Alan akan pergi kerumah Kathya untuk mengembalikan dompet nya dan sebagai permintaan maaf nya juga pada Kathya.
"Kalo yang ini?" tanya Alan lagi,menanyai sebuah jepitan mini berwarna pink, dengan corak volkadot berwarna putih berbentuk pita.
"Yang itu sepuluh ribu" ucap si penjual
Alan melihat juga jepitan mini berbentuk pita berwarna putih dengan corak volkadot berwarna biru.
Alan menimbang nimbang keputusan nya untuk mengambil jepitan yang mana. Alan tidak tau warna kesukaan Kathya.
"Yaudah bang, ini aja. Dua" ucap Alan sembari menunjukan jepitan mini pita berwarna pink volkadot putih dan berwarna putih volkadot biru lalu memberikan uang nya pada si penjual.
"Makasih bang" ucap Alan dan pergi dari sana.
"Yo" ucap si penjual.
+628963398xxxx:
Lan, nanti jam tujuh malam kita jalan yuk? Kan kata lo 'sebagai ucapan terimakasih gue,gue mau nemenin lo jalan. Tinggal tentuin aja waktu nya kapan' kan gue udah tentuin waktu nya, kita jalan nanti malam ya. Harus mau titik!
🍬🍬🍬
VOTE AND COMMENT NYA KAWAN!
yang banyak yaaa..
Ada yang mau di tanyain?
LOVE YOU READERS! 😘
KAMU SEDANG MEMBACA
KathLan
Fiksi RemajaCowok Playboy yang suka memainkan perasaan cewek, cowok playboy yang suka membuat Kathya masuk kedalam permasalahan baru membuat kehidupan Kathya terus terusik "Biar lo sadar! Biar lo belajar!" tukas Kathya "Belajar? Belajar apaan?" tanya Alan, bing...
