Happy reading
Tidak seperti biasanya hari ini irene memulai harinya dengan senyum sumringah membuat kedua orang tuanya sedikit keheranan
Ting
Dari layar ponselnya irene bisa langsung melihat isi pesan dari si pengirim
"Eomma appa aku berangkat dulu" Irene mengecup pipi eomma appanya bergantian
"Sampaikan salam appa untuk seulgi"
"Iya appa"
Pagi ini langkah irene terasa begitu ringan dan jangan lupa senyum yang sedari tadi tak lepas dari wajahnya
"Selamat pagi bidadariku"
Seketika wajah irene berubah datar mendengar sapaan dari pria di depannya
"Pagi" jawabnya singkat
"Ayo masuk" suho membuka pintu mobilnya
"Kau tidak perlu mengantarku lagi"
"Kenapa?"
Tin Tin
"Maaf aku harus pergi bye suho"
"Tunggu-"
"Hey sayang"
Chu
Satu kecupan mendarat mulus di pipi irene,baik suho ataupun irene terdiam terkejut dengan aksi tiba tiba seulgi namun beberapa detik kemudian irene berhasil mengendalikan ekspresinya
"Hey apa itu untuk ku?" Tunjuk irene ke arah barang di atas kursi penumpang
"Tentu saja untuk kekasihku" dengan sengaja seulgi sedikit menekankan saat mengucapkan kata kekasih agar suho mendengarnya
Sementara sepasang kekasih itu mempertontonkan aksi mesra mereka tanpa sadar ada pria lain yang sedari tadi memperhatikan dengan perasaan campur aduk
"Kekasih? Sejak kapan irene punya kekasih aku tidak pernah melihat wajah pria itu ck aku yakin dia tidak lebih kaya dariku sial kenapa mereka malah bermesraan di depanku"
Kesal hati suho memilih pergi,melihat kepergian suho irene dan seulgi terkikik geli tidak menyangka akting mereka berhasil membuat suho kesal seperti tadi
"Aku sedikit ragu entah akting kita yang bagus atau memang dia yang bodoh" ucap seulgi di barengi tawa renyah
"Selain kaku dia juga polos makanya dia di jodohkan denganku karena orang tuanya percaya aku tidak akan membohonginya"
"Tapi kau baru saja berbohong padanya nona"
Irene mengangkat kedua bahunya acuh
"Kapan kita akan berangkat tuan kang seulgi sebentar lagi kelas ku akan dimulai"
"Kita berangkat sekarang nona" seulgi menyalakan mesin mobilnya "jangan lupa sabuk pengaman mu"
Irene menarik seat belt namun itu tidak berhasil beberapa kali ia menariknya tapi terus terusan macet. Seulgi yang melihatnya langsung berinisiatif membantu
"Kau mau ap-" mata irene membulat sempurna saat wajah seulgi begitu dekat dengan wajahnya
"Membantumu" tanpa sadar irene meneliti setiap inchi wajah seulgi mulai dari mata sipitnya hidung yang tak terlalu mancung namun pas dengan fitur wajahnya dan garis rahang yang tegas oh jangan lupa dengan bibir tipisnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Dayfly
FanfictionWarning❗Gender Bender #4 girlgroup 15/03/20 #7 bxg 13/03/20 #1 genben 4/08/20
