"Chanyeol, hari ini nggak bisa skip rongten ya. Soalnya yang periksa Seungwan sendiri. Tahu kan, rewelnya gimana kalau kamu skip," kata Jennie yang kini sedang menyiapkan mesin rongten yang ada di sudut ruangan.
Jennie adalah seorang radiologis lulusan Yonsei tiga tahun lalu. Sekarang, dia sedang menempuh pendidikan profesinya. Supaya mendapatkan izin membuka tempat praktik sendiri. Meskipun upah di Yonsei Uneiversity Hospital besar. Dia punya tekad untuk berkerja di tempatnya sendiri.
Jennie dan Chanyeol, bisa dikatakan dekat. Seungwan mengenalka Jennie sebagai mantan Jongin, teman SMA nya. Kalau tidak salah, setelah putus Jongin kembali berpacaran dengan Soojung, mantan pacarnya yang lain. Dan Jennie, sepertinya lebih fokus pada pendidikannya.
Chanyeol tidak pernah merasa nyaman ada di dalam ruang kecil, tanpa pakaian. Hanya mengenakan kimono yang dia yakin sudah digunakan ratusan pasien selain dirinya. Makanya dia sering melewatkan proses ini, dan Jennie selalu mau mengerti. Lagi pula Jennie juga merasa kalau alasan Chanyeol tepat.
Sayangnya, karena dokter yang biasanya menangani medical check upnya sedang dinas luar daerah, membuat Seungwan yang akan berpartisipasi dan rela tidak dibayar untuk memeriksa Chanyeol. Ini pertama kalinya sang pacar memeriksanya langsung.
Sebenarnya, untuk pengambilan gambar organ dalam tersebut tidak memakan waktu lama. Buktinya, sekarang, Chanyeol sudah berjalan bergegas kea rah ruang ganti. Memakai semua pakaiannya lagi. Membiarkan Jennie mengirimkan gambar melalui server rumah sakit ke computer Seungwan.
"Segitu sayangnya Seungwan sama kamu ya Chan. Kayaknya nggak pernah berubah. Perhatiannya sama besar, manjanya juga sama. Lucu dari yang pertama kita kenal, aku masih sama Jongin, kamu sama Seungwan. Terus nggak lama, Seulgi sama Sehun. Paling baru Kak Junmyeon sama Irene. Mereka udah pada mau nikah, kamu gimana?" Jennie yang masih mengotakngatik mesin radiologi mulai membuka pembicaraan.
Ruang ganti hanya dilapisi sebuah tembok tipis dan pintu. Jadi Chanyeol bisa mendengar suara Jennie dari dalam. Menikah ya. Entahlah. Meskipun sudah ada beberapa orang yang memaksanya untuk segera menikahi Seungwan. Tapi, Chanyeol masih belum yakin, apakah menikah bisa mengubah keadaan mereka yang sudah baik, menjadi lebih baik. Atau sebaliknya. Dalam diam, Chanyeol mengendikkan bahunya. dia tidak tahu.
"Kamu dulu aja deh Jen, aku sama Seungwan masih senang-senang dulu," kata dia sambil membenarkan kancing lengan kemeja birunya. Berjalan keluar dari ruang ganti. Lalu bersandar di salah satu tembok yang ada di dalam ruang tersebut.
Jennie tersenyum, matanya menyipit. Lalu dia menatap Chanyeol, "Kamu dan Seungwan, atau kamu sendiri? Pada dasarnya, semua perempuan sama. Ingin diberi kepastian. Aku juga, sayangnya belum ada laki-laki yang tepat. Tapi, kembali lagi. Mungkin kalian memang sudah saling menemukan. Tapi, belum ada waktu yang tepat untuk saling memastikan," ujar Jennie.
Chanyeol tidak membalas. Dia tersenyum seadanya. Diam-diam membenarkan apa yang dikatakan Jennie. Benar. Mungkin, Cuma dia yang bersenang-senang.
XXX
Thank u Jen *luv
Tulis Seungwan di papan chat internal rumah sakit. Sementara Jennie membalas, my pleasure princess. Membuat Seungwan mengulum senyumnya yang manis. Segera dia mengunduh foto yang dikirimkan Jennie kepadanya. Meletakkannya ke dalam folder khusus untuk di buka melalui layar yang lebih besar di dinding ruang kerja. Foto Chanyeol dari angle yang lain. Tanpa wajah. Tapi menurutnya benar-benar hidup. Karena itu adalah bagian dari separuh hidupnya. Chanyeol.
Seungwan tidak segera memeriksa hasil gambar tersebut. Sebagai pasien VIP, Seungwan akan memeriksnya di waktu yang khusus. Kebetulan, selesai pengambilan gambar itu, waktu makan siang selesai. Jadi dia akan mengajak Chanyeol makan siang dulu, setelah dia berpuasa selama 10 jam. Untuk kepentingan Medical Checkup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Atrium ✔
Fiksyen PeminatDokter bedah berpengalaman sekalipun, tidak akan pernah mau membelah dada orang yang dicintainya sendiri. -Son Seungwan Karena aku percaya kamu bisa. Jadi kamu juga harus percaya bahwa kamu bisa. -Park Chanyeol Disclaimer : You might never find the...
