Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
——
Siang itu Jungkook juga Taehyung mengunjungi rumah neneknya Jungkook. Pun, kebetulan di sana sedang ada acara.
“Jungkookie datang bersama Taehyungie lagi? Kalian ini sebenarnya punya hubungan apa, huh?” Nenek Jungkook menyambut dengan senyum manis, peluk dan kecup manis pipi cucu kesayangan, usakan halus di dapat Taehyung. Juga, pertanyaan yang sontak mengejutkan keduanya.
“Kami berdua hanya bersahabat, Nek. Nenek sudah dapatkan jawaban yang sama bukan?” itu Taehyung, menyahut dengan tenang juga senyum halus.
Nenek Jungkook anggukan kepala beberapa kali tanda mengerti, “Ah, baiklah. Jungkookie ayo bantu di dapur, ada kakak mu juga. Taehyung Nenek tinggal ya?”
“Iya Nek.”
Setelah perhatikan Jungkook juga Nenek menjauh, Taehyung berjalan untuk mencari temannya. Omong-omong sejak senior high school Taehyung, Jungkook, dan beberapa temannya memang sudah dekat dengan keluarga Jungkook.
. .
“Hyung!” melambaikan tangannya, mencoba menarik perhatian.
Yang dipanggil menoleh dan ikut lambaikan tangan, “Ah, ayo Taehyung gabung kemari.”
Taehyung berjalan cepat, menghampiri beberapa teman yang sedang berkumpul di sana. Menyalami beberapa dan mengangkat tangan gestur memberi tahu sulit untuk menggapai mereka yang lain untuk bersalaman.
Setelahnya Taehyung dan yang lainnya terlibat percakapan seru. Juga canda tawa.
“Hyung, jangan minum lemon kau ada alergi. Lupa? Dasar ceroboh!” Jungkook yang tak tau asalnya dari mana datang mengejutkan Taehyung yang hendak minum dan yang lainnya, ah, benar saja itu lemon.
“Ini strawberry, kesukaan mu. Aku kesana dulu.” setelah meletakkan gelas berisi milkshake strawberry keatas meja. Jungkook melangkah mengantarkan minum sembari tersenyum menanggapi beberapa sapaan dari keluarga juga teman yang hadir.
Mata Taehyung terus menatap ke arah Jungkook, mengundang tatapan menggoda dari yang lainnya. Tentunya Taehyung tak sadar.
“Well Taehyung...” Namjoon berdeham sekilas.
Taehyung menengok kearah hyungnya itu, “Ah, ya hyung? Kenapa?”
Namjoon menggeleng, “Kau masih berencana untuk melanjutkan kuliah mu ke Finlandia?”
“Tentu masih hyung, aku di jejali materi dan di pukul dengan gulungan buku oleh Jungkook. Rugi dong, jika harus membatalkan rencana itu. Sudah bercucuran darah, keringat, dan air mata.”