Pemandangan yang didapat Taehyung ketika masuk kedalam kamar adalah Jungkook yang duduk membelakangi pintu dengan bahu yang bergetar.
Bingung sebenarnya, ketika malam itu jarinya dengan tidak sengaja membalas salah satu komentar penggemar mereka di sosial media dengan tajam.
Bukan bermaksud buruk dan menghina hubungan mereka. Bukan. Hanya saja, mereka harus menyembunyikan ini semua dari semua orang diluar agensi.
Dan para pendukung mereka terlalu pintar untuk menganalisa semuanya. Taehyung takut akan Jungkooknya.
Jika hubungan mereka terbongkar, agensi yang akan tercoreng.
Dan yang terburuk, agensi akan menjauhkan mereka.
Taehyung tentu saja akan jadi orang bengal jika itu benar-benar terjadi.
Dan lagi, ia bermaksud melindungi Jungkook. Ia tak ingin Jungkook dijadikan bahan imajinasi oleh penggemar yang mungkin saja itu liar kan?
Jungkook hanya miliknya. Mutlak.
Taehyung itu posesif.
"Jungkookie?" dan Taehyung lihat ketika punggung sempit itu mendadak berhenti bergetar dan kaku. Namun, jawaban tak kunjung diberikan. Taehyung menghela napas, melangkahkan kakinya mendekati yang muda.
Jungkook masih di posisinya, duduk ditepi ranjang dengan kepala menunduk membelakangi pintu masuk kamar. Mengusap pipinya kasar. Meremat seprai untuk menahan tangisnya.
"Jungkook, dengarkan hyung." Taehyung ucap tepat dihadapannya, pria Kim berkulit tan itu berlutut didepannya. Menggenggam tangannya lembut, lantas kecupan-kecupan kecil dibubuhkan.
Jungkook hanya menunduk, memilih tak menatap mata kekasihnya.
"Hyung tak bermaksud untuk menyakiti perasaan kamu dan juga mereka. Tapi, ini yang terbaik. Lagi pula, komentar balasan itu sudah hyung hapus."
Jungkook mengangkat kepalanya, menatap Taehyung telak di mata karamelnya. "Aku yang salah disini, sebab aku merasa hyung tak menghargai hubungan kita. Anggap saja aku kekanakan. Tapi, mengatakan 'keluar dari imajinasi' sama saja dengan hyung menganggap hubungan kita hanya khayalanku. Karena sedari awal, aku yang mendamba."
Menggeleng cepat, Taehyung tatap Jungkook sendu. "Tak ada yang mendamba dan didambakan disini. Hyung sayang padamu dan sebaliknya. Jungkook dengar, hyung sangat dan begitu menyayangimu, mencinta, dan apapun semesta mengatakannya. Jangan bicara begitu, hyung merasa terlalu jahat."
Jungkook gagal, air matanya kembali merembes. "H-hyung, a-aku hiks ..."
Taehyung segera bangkit dari posisinya dan menarik Jungkook masuk ke dalam pelukannya. "Hey, kenapa menangis? Hyung disini. Hyung bersama Jungkookie." mengusap punggung Jungkook dengan halus, menenangkan kesayangannya.
Dari ini, Taehyung sadar perihal bagaimana harus berhati-hati dalam membalas komentar penggemar. Ia banyak menyesal melihat Jungkook terisak dengan hebat dalam dekapannya begini. Jungkook prioritasnya. Kenyamanan dan keamanan Jungkook adalah tanggung jawabnya.
. . . . . .
Aku kangen kalian :) tapi kalian gak kangen aku wkwkw, gpp
Aku gpp wkwk
Sayang kalian banyak² ❣❣❣
Purple 💜
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.