“Cari si set--- maksudnya cari Taehyung?”
Taehyung dengar, ketika Jungkook hampir saja keceplosan menyebutnya dengan panggilan kesayangan yang dibuat khusus oleh pemuda itu. Tersenyum kecil dalam kegiatannya.
“Iya Kak, Kak Taehyung ada?”
Hening sedikit lama, Jungkook belum kunjung menjawab. Hampir saja ia mendongak, namun urung sebab dengar jawaban Jungkook yang sedikit mengejutkan.
“Gak ada, ke kantin atau perpustakaan mungkin.”
“Tapi, tadi kata Kak Jimin ...” terdengar lagi, jawaban adik kelas itu yang sedikit ketakutan. Jungkook galak. Pantas saja masih bertahan sendirian.
Sentakan sumpit mengejutkannya, “Ya kalo gitu, tanya Kak Jimin lo aja sana. Ganggu banget orang lagi makan.” Jungkook menjawab ketus, lantas hening kembali menyelimuti kelas.
Taehyung pikir, adik kelas tadi sudah pergi dan Jungkook masih sibuk dengan makanannya.
“Udah ketemu Taehyung?” suara Jimin, ia yakin bahwa Jimin yang mengatakan bahwa ia ada dikelas.
“U-udah Kak, ta-tapi dibentak.”
Terdengar tepukan lembut, “Taehyung gak ada, besok coba lagi. Tadi, pas gua pergi dia masih ada.”
Hari ini banyak sekali yang berbohong karenanya.
“Titip buat Kak Taehyung ya Kak, ada dua kotak makan didalamnya. Untuk Kak Taehyung yang kotak hijau. Terima kasih Kak Jimin.” suara terakhir dari adik kelas yang didengarnya.
“Minggir, ngehalangin jalan aja.” Taehyung yakin, Jungkook baru saja mendorong Jimin. Kedua orang itu bahkan tak pernah akur.
Ia menunggu keributan yang mungkin saja akan berlangsung, namun, sepi yang diterimanya.
Langkah kaki terdengar mendekat, Taehyung yakini Jungkook akan menggebrak mejanya beberapa saat lagi.
“Tae bangun! Lo sakit?”
Jimin? Bukan Jungkook?
Lantas ia merasakan telapak tangan kecil milik Jimin menyentuh keningnya.
“Bangun. Ayo ke UKS.” Jimin menyentak, mau tak mau maka Taehyung duduk dengan tegak. Walau kepalanya terasa berdenyut sakit.
“Mau dikelas aja, butuh tidur bentaran.” jawaban lemas ia keluarkan.
“Ya di UKS tidurnya, bego banget, heran gua.” Jimin berceloteh memarahinya banyak setelah itu. Taehyung mendengarkan, namun dengan kepala yang berdenyut sakit.
Langkah kaki yang terdengar grasak-grusuk mengganggu keduanya. Jimin seketika berhenti mengoceh.
Jungkook pasti kehilangan sesuatu, sifat cerobohnya itu memang sudah kronis dan mengkhawatirkan.
Terkekeh kecil. Pandangannya mengunci pada pemuda itu. “Mau dikelas aja Jim, kalo di UKS pas gua tidur terus banyak yang nyariin gua, petugas jaganya juga gak mungkin ngerti dan ngelarang mereka masuk, karena pikirnya mereka mau jenguk, seenggaknya gua butuh istirahat' tanpa gangguan. Kalo dikelas kan ada yang ngerti.”
Namun, sepertinya Jungkook tak mendengarkan. Ia masih tng.
“Kebiasaan dih, duitnya gua letakkin dimana sih?” gerutuan itu terdengar kesal.
Masih sibuk, loker dan laci mejanya sudah berantakan. Namun, sepertinya belum kunjung ditemukan.
Bangun dan mengambil wadah bekal yang diberikan adik kelas tadi. Mendapat tatapan bertanya dari Jimin. Ia hanya mengendik bahunya.
Berjalan mendekat ke arah Jungkook.
Sekarang dengan tergesa ia mengacak isi tasnya, “Aduh goblok banget gua letakkin di---- eh apa-apaan sih tarik-tarik gua?!” dan menarik tangannya kesal ke belakang kelas.
Menekan bahu Jungkook. “Diem! Makan!” perintahnya dengan suara berat.
Jungkook melotot, menatapnya dengan penuh kebencian. “Apaan sih goblok, gua lagi nyari duit ini. Masih laper.”
Selalu saja.
Dan Jungkook terdiam bodoh saat ia menyodorkan kotak bekal warna hijau ke hadapannya. “Itu, makan!”
Manis.
Fin.

KAMU SEDANG MEMBACA
i love u 3000 ; vkook
Fanfic♡♡♡ [ one-twoshoot's collection; taehyung x jungkook ] sederhana. mereka saling cinta. harus berakhir bahagia pastinya. 2019 © Moddyyyyyyy Start : August 13, 2019
