kangen!

2.4K 310 43
                                        

🖤🖤🖤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🖤🖤🖤


Gimana bilangnya, ketika emang rasa kangen gak mampu lagi ditampung sama dada.




Kangen banget? Lebih dari itu.

Genggam erat ponselnya, berkali-kali buka roomchat yang kosong.




Di atas tampilkan nama orang terkasihnya, yang kini jadi terkasih orang lain. Tempatnya bersandar, yang kini jadi tempat pulang orang lain.

Kenapa sesakit ini kala otaknya beri pengertian begitu?


Jungkook malu. Bilang kangen tapi takut cuma jadi bahan ketawaan mereka aja.





Coba beraniin diri, ketikkan satu pesan masuk.

Kim Taehyung

Hai kak? [21.56]




Gak berharap buat dapet balesan sebenernya. Mau jadi orang munafik yang bilang kalo dia bisa bahagia cuma dari liat Taehyung bahagia doang. Tapi, emang gak bisa.




Dan bunyi notifikasi disusul satu pop-up balasan pesannya beberapa menit lalu total hancurkan pertahanannya satu tahun kebelakang.


Kim Taehyung

Hai, Jung? Kenapa? [21.59]

Mau tanya-tanya hehe. [22.00]

Kost di Seoul perkiraan berapa ya kak? [22.00]

Aduh, kurang tau. [22.05]

Mau telpon aja gak? Kakak lagi nyetir. [22.07]

Belum kasih balasan, tapi dering ponselnya jadi sesuatu yang buat Jungkook berdegup kencang di sudut kamarnya. Rasanya takut. Tapi, gak bisa buat abai.

‘Halo Jungkook, ini Kakak. Kakak jawab disini aja ya?’ suara kendaraan lalu lalang kedengeran banget, udah dipastiin Taehyung baru pulang kerja.

“I-iya.’ sial, kenapa pake acara gugup segala.

‘Perkiraan sekitar 700 won perbulan. Itu belum sama fasilitasnya sih.’

“Anak beasiswa kayak aku mana mampu Kak.” Jungkook tuh ngomong, sedikit banyaknya itu emang fakta.

‘Ada sih yang 500 won. Deket rumah Kakak. Rumah Kakak juga strategis kok. Stasiun sama haltenya deket. Mau Kakak cariin?’ Jungkook ketawa kecil, sudut hatinya seolah bilang iyain aja. Lagi pula kesempatan kayak gini gak akan datang dua kali.

“Enggak deh Kak, aku gak sanggup. Pengajuan beasiswa kedua aja belum di acc.”



Suara kekehan Taehyung kedengeran dari seberang sana. ‘Atau mau dirumah Kakak? Sekalian temenin Bunda, Bunda juga sering bilang kangen kamu di depan pacar Kakak yang sekarang.’






Pegangan di ponsel otomatis mengerat, Jungkook ngerasa kok ketika pipinya kerasa basah. “Gak apa Kak, nanti gampang deh.”

‘Oke.’


Lantas, gak lama dari itu mereka sedikit ngobrol. Pun panggilan menyusul selesai.






Jungkook peluk ponselnya, tekuk lututnya dan sembunyiin wajahnya disana.


“Kangen sekali, Kak.”


Air matanya menyusul turun. Pun isakan perlahan meluncur halus.










Jungkook menyesal. Menyesal lepas Taehyung yang kala itu mau perjuangkan dia, sebab perasaan tak pantas berulang kali tekan ulu hatinya.

Kini, setelah perpisahan apa yang mau kembali diperjuangkan?

Detak Taehyung tak lagi untuknya. Degup Taehyung bukan mengharapkannya.






Jungkook habiskan malam itu dengan tangis.

Lupakan jika mungkin saja besok matanya akan sembab.



[F I N.]




















Aku capek nangis wkwk

Aku sayang kalian banyak-banyak!❣️❣️❣️

Purple!!!💜💜💜


Tambahan; terimakasih buat kalian yang mau gibah sama aku perihal doi wkwk wearesteam 💜💜💜💜

Dan Kak ndaanyoo yang terima curahan sampahku astaga :') 💜💜💜💜

Dan Kak ndaanyoo yang terima curahan sampahku astaga :') 💜💜💜💜

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
i love u 3000 ; vkookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang