8

14 1 0
                                    

Bel istirahat telah berbunyi. Niko dan Aydan berencana untuk pergi ke taman belakang. Karena kantin kini sangat ramai, akibat kedatangan menu baru.

Saat berjalan di koridor sekolah. Ga sengaja Niko menabrak seorang siswi berkepang dua. "Eh... Sorry, sorry... maaf ga sengaja" ucap siswi tersebut

"Santai aja Put. Eh btw lo ke kantin ya" kata Niko

" hehe tau aja lo, mayan menu barunya keliatannya enak" ucap Putri sambil menunjukkan cengiran lebar. "Lo sendiri ke kantin?" Lanjutnya.

"Eh enggak kita cuman mau ke taman belakang males ke kantin terlalu rame" jelas Aydan.

"Ooh yaudah gue duluan ya" pamit Putri

Sesampainya di taman belakang mereka duduk di bangku favorite mereka. Tepatnya di depan pohon besar. Merekapun bersenderan di pohon besar tersebut dan mulai berbincang

"Nik, gue boleh cerita ama lo ga?" Tanya Aydan kepada temannya yang sedang berada di sebelahnya

"Boleh" jawabnya yang mulai berbalik badan agar bisa melihat temannya

"Tapi lo jangan cepu" kata Aydan

"Iya"

Tanpa pengetahuan mereka, seorang siswi berada di kelas di balik tembok tempat berada Aydan dan Niko. karena  penasaran iamerekam pembincangan mereka. Tapi agar tidak ketahuan dia menaruh handphonenya di jendela yang berhadapan kearah Aydan dan Niko dan bersembunyi di bawah tembok. Untung mereka berbicara sedikit kencang maka dapat terdengar dari dalam kelas

"Jadi gue masih nyesel gua ngasih suratnya bukan ke Elvina malah ke Damara Damara itu. Gue kan sukanya sama Elvina bukan sama Damara" kata Aydan panjang lebar. Dia benar-benar menyesal memberi suratnya ke perempuan yang dia betul-batul tidak kenal

"Udah lah, lo gaboleh gitu" kata Niko yang sedang menasihatin temannya "bisa aja lo suka sama si Damar itu" katanya

"Halah. Dekel? Gue suka ama dekel?! Yang bener aja lo" kata Aydan heran dengan perkataan Niko. Menurut Aydan tidak mungkin kakak kelas dapat menyukai adik kelas. tapi kan sebenarnya semuanya bisa terjadi dengan sendirinya. Tetapi Aydan belum mengetahui itu.

"Gaboleh gitu, Dan. Lo kan tau jaman sekarang dekel bisa pacaran sama kakel. Masa kakel ga bisa pacaran sama dekel" Niko jelaskan. "Ibu gue aja lebih tua dari ayah gue. Masa lo gabisa nerima kalo lo bisa aja suka sama dekel?" Lanjut Niko 

Aydan pun hanya berdiam dan memikirkan banyak hal.

'Gue masih gabisa nerima gue suka ama dekel, bukan dekel doang sih. Lebih tepatnya cewe yang gue ga kenal juga karena hati gue hanya dapat tempat untuk Elvina' katanya dalam hati

Tak lama kemudian bel sekolah terdengar yang berarti waktu istirahat sudah selesai. Aydan dan Niko berdiri dan pergi ke kelas mereka selanjutnya. Dan untuk siswi yang berada di dalam kelas, dia memegang handphonenya dan memberi vidionya kepada seseorang yang berada di sekolah SMA Citra.

'Kasih videonya di waktu yang tepat' kata siswi itu di kontak seseorang.

💌💌💌

Selama pelajaran Dara hanya duduk di dekat jendela yang berhadapan ke Jalan di depan sekolahnya. Dia melihat setiap mobil dan motor yang melewati sekolah ya satu per satu dan memikirkan mengapa dia menjauhi Airys.

'Perasaan Airys ga ada masalah ama gue, kenapa gue harus marah sama dia?' Tanya Dara dalam hati.

Tetapi di satu sisi dara berkaya bahwa ia kesal sama Airys karena ia berpelukan sama anak yang Dara mulai menumbuh perasaan dan gak kenal. Tepatnya dengan kakak kelas dari SMA lain.

Im in love with a strangerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang