Musim dingin akan segera berakhir dan selamat datang musim panas.
06:00
" Eodiga? " tanya Oppaku. Aku tidak tau oppaku itu hanya pura-pura bodoh atau memang benar-benar bodoh. Padahal, aku memakai seragam sekolah tetapi dia malah bertanya aku mau kemana? Heol.
" Apa kau tidak lihat? "
" Apa? " katanya.
" Aku akan berangkat ke sekolah "
" Ya! Ujian akhir semester sudah berlalu kan? Untuk apa pergi ke sekolah " tanyanya.
" Hari ini nilai ulangannya keluar dan aku akan melihatnya. Semoga saja nilaiku cukup bagus agar bisa masuk ke universitas yang aku pilih " ucapku.
" Universitas apa memangnya? " tanyanya lagi. Sebenarnya aku pusing. Oppaku ini wartawan atau apa? Kenapa selalu bertanya_-
" Hahh?.... Emmm... Ani.... Ak- ak...
" Mwoyya? "
" Ak- aku akan cari kerja paruh waktu dulu baru memikirkan akan masuk ke universitas mana... I-iya itu " jelasku padanya.
" Ya! Tidak perlu bekerja. Oppa sudah bekerja. Dan Oppa mendapatkan gaji yang lumayan untuk kebutuhan kita "
" geuredu.... "
......
" In Ha-ya " aku bisa dengar teriakkan itu. Itu suara Min Hye. Memalukan sekali dia berlari disepanjang koridor sambil berteriak namaku.
" Ya! Geumanhe. Kau membuatku malu " ucapku padanya sambil ingin menyumpal mulutnya. Tapi, kuurungkan karena dibelakanya ada Lee Chan. Bisa kena masalah kalau aku menyakiti pacarnya.
" In Ha neo ara? " tanyanya membuatku penasaran.
" Ap- apa? "
" Neo...
Neo... "
" Palli! " teriakku karena Min Hye benar-benar sangat menyebalkan.
" Kajja... Kita ke mading " tarik Min Hye dan kami pun langsung berlari menuju mading.
Sesampainya di mading. Aku sangat terkejut. Bagaimana tidak? Mading bagaikan gula manis yang berceceran di lantai. Banyak sekali semut yang mengerubunginya. Alias para siswa-siswi yang penasaran dengan nilai dan kerja keras mereka.
" Wuahhh, kenapa ramai sekali " ucapku rada kecewa karena tidak bisa melihat ke arah mading"
" Kita tidak bisa diam saja! " ucap Min Hye. Apa maksudnya?
Didetik selanjutnya Min Hye sudah memegang tanganku dan langsung menerobos ke sekumpulan siswa-siswi. Dan, yang sudah pasti akan terjadi. Mereka semua terdengar marah karena terdorong oleh kami. Ya biarkan sajalah.
" Akhirnya... "
Mataku langsung menyusuri mading. Melihat dengan pasti. Dari urutan satu sampai dua ratus. Diurutan mana nama Yoon In Ha terpampang.
" Heol! " lagi-lagi Min Hye.
" Daebak, kau ada diurutan 149 " itu suara Lee Chan.
" Aish ottoke, eomma pasti akan marah padaku " ucap Min Hye dan dia langsung pergi.
" Yaampun Min Hye. Dasar gadis itu. In Ha-ya aku duluan yya " ucap Lee Chan.
" Eo... Aku akan tetap disini "
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Boy Wonwoo
Fanfiction"Seharusnya aku tidak menggenggam tangannya" Jeon Wonwoo-❄⛅
