" Padahal, cuaca sudah berubah menjadi dingin.Tapi, mengapa cheosbeonjjae nun belum datang " *First snow.
" Waeee? "
" Geunyang, Eomma pernah bilang kalau salju pertama turun saat kita bersama dengan orang yang kita cintai ... "
" Cinta kita akan bertahan selamanya? " Potong Wonwoo. Padahal, aku ingin menjelaskannya terlebih dahulu_-
" In Ha ya. Kajja, nanti kau kedinginan " ajak Wonwoo.
Sebenarnya, Aku dan Wonwoo sedang berada di bangku taman di tepi Sungai Han sambil meminum sebuah Coffe.
20 menit kemudiann ...
" In Ha ya, sampai kapan kita akan terus disini? "
Ya, tadi Wonwoo memang sudah mengajakku untuk segera pergi dari sini.
Tetapi, aku menolaknya...
" Shireooo, Kalau kau mau pergi saja sendiri " jawabku sambil memalingkan wajahku dari Wonwoo.
" Ya! Mana mungkin aku akan meninggalkan mu sendirian "
" Kalau begitu tetaplah disisiku Wonwoo ya "
. .
Wonwoo Pov
" Kalau begitu tetaplah disisiku Wonwoo ya "
Mendengar kata-kata yang diucapkan In Ha barusan. Membuatku mengingat sesuatu. Yaitu, Eommaku. Eomma yang dengan mati-matian membujukku agar menerima untuk bertungan dengan Nancy.
Dan, Aku terlanjur meng'iya'kannya karena Eomma yang tiba-tiba saja jatuh sakit saat tau bahwa aku tidak menginginkan pertunangan itu.
" Wonwoo ya. Lihattt! " aku langsung mendongakkan wajahku saat mendengar suara In Ha yang sangat senang itu.
Ternyata...
Salju..
Salju pertama...
Di tahun ini ...
Yang ditunggu-tunggu oleh In Ha ...
Kulihat In Ha yang sedang tersenyum dengan manisnya. Dengan, tangannya yang dijulurkan untuk menangkap salju-salju yang berjatuhan dari langit seoul.
" Apa kau sangat menyukainya? Sepertinya, kau melupakanku " tanyaku pada In Ha.
Tiba-tiba In Ha menengok ke arahku.
" Apa yang kau harapkan saat melihat salju pertama ini? "
" Hmm... "
...
" Aku berharap kau selalu ada disampingku sampai salju turun di tahun selanjutnya In Ha ya " jawabku pada In Ha.
Dan, ia hanya memandangku dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
" In Ha Kajja! Naneun baegopa! " * Im hungry.
Aku langsung meraih tangan In Ha dan menyematkan jari-jariku dengan miliknya.
Sambil berjalan dan tersenyum.
Wonderfull time ...
...
22.24
Setelah, menghabiskan waktu dengan In Ha aku langsung pulang kerumah dan menuju ke kamar.
Tetapi, sebelum itu. Kulihat ruang kerja Appa terbuka.
Langsung saja aku masuk kedalam.
" Appa! " Panggilku. Saat melihat Appa ku yang sedang sibuk dengan laptopnya.
" Eoo Wonwoo-ya wae ? "
" Anioo, aku hanya ingin melihat Appa "
" Sebaiknya kau cepat tidur Wonwoo-ya " .
" Mmm, Appa! Bolehkan aku bertanya sesuatu? "
" Mwoyaa? " *What is that?
" Bolehkan aku ... "
" Tidakk!! "
" Appa! Aku belum selesai bicara "
Ada apa dengan Appa kenapa dia tiba-tiba membentakku?
" Appa tau tentang gadis yang kau sukai itu. Wonwoo-ya kau tidak pantas bersanding dengan gadis biasa seperti dia . Dan, kau lebih pantas dengan Nancy. Maka, dari itu Appa memilih Nancy untukmu "
" Chh!, Appa saja menjualku dengan membuatku bertungan dengan Nancy. Karena, dari pertungan itu kau akan mendapatkan proyek yang besar dari Kim Corporation kan? "
" Baguss, ternyata kau sudah tau. Jadi, Appa tidak perlu susah untuk menjelaskannya lagi "
Aku sudah tidak tahan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Appa. Langsung saja aku melangkah keluar dari ruang kerjanya.
Bagaimana tidak kesal kalau satu kalimat saja sudah sangat menyakitkan untukku.
" Jauhi gadis itu. Atau Appa akan bertindak lebih kepadanya " .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.