Amasya menggendong tas hitamnya yang bertuliskan nama sebuah girlgrup favoritnya Blackpink.
Kali ini ia mengepang rambutya menjadi dua. Ia terlihat semakin manis dan imut sekaligus.
"Assalamualikum gaes" teriaknya saat sudah berada diambang pintu kelas.
"Eh busyet ma, kagak kurang pendek tuh rok lu?" Sindir reno.
"Walaikumsallam dulu ren kebiasaan" cibir mei
"Hehe, maaf sayang" ucap reno nyengir.
"What the hell??? Sayang?" Tanya Ama saat sudah duduk dibangkunya
"Sayang dong kan mei pacar gue" Reno merangkul bahu mei dan langsung ditepis kasar. Seketika ama, via dan lala tertawa ngakak.
"Kamu kok gitu sih?" Tanya reno dramatis
"Ya kamu lebay banget. Iye gays kenalin nih curut satu beneran pacar gue" lurus mei.
"Pokonya istirahat traktir ren, no bokis" itu Ama yang berbicara menurutnya gratisan adalah arti sebuah kebahagiaan. Wkwkwk
Bel berbuyi kelaspun dimulai hingga bel yang ditunggupun berkumandang.
Rencana yang awalnya reno menaraktir hanya berlima saja mendadak satu kelas ikutan. Ada yang bilang jadi ketua kelas jangan pelitlah, sama kaum lapar berbagilah dan lainya. Itu karena mulut lemesnya si Ama. Ck sial, tapi gak papa lah ya dia ikut bahagia kok. Itulah perang batin reno.
Kelas ipa 5 duduk dikursi panjang kantin, mereka bercengkrama kelihatan sangat akrab. Berbeda dengan beberapa meja seberangnya kaku dan cenderung sepi iya itu murid kelasanya si Genta. 12 ipa 1.
Ama memindai murid ipa 1 dengan seksama sambil mengunyah bakso super pedasnya. Dan yas! Itu dia cowok kaku yang tengah memakan salad dengan lahap namun tenang yang ia cari.
Ama berdiri mengangkat mangkuk bakso dan gelas es tehnya menuju tempat kosong di depan Genta.
'Tuk' bunyi hentakan mangkuk dan gelas membuat genta menoleh. Ama hanya memamerkan senyum termanis yang ia bisa.
"Gabung ya ge" kata pengantar ama
Genta hanya membaas dengan lirikan sinis.
"lo makan apa sih ijo-ijo gitu? Jangan kayak mbek dong makannya rumput" ucapan Ama sukses membuat sendok yang ditangan genta mendarat dikeningnya.
"Ih kok dipukul sih. KDRT" kesal ama sambil mengusap-usap keningnya.
"Ini salad bego banget sih"
"Mana enak tuh mentah semua, mending ini bakso. Lo mau icip gak. Enak lo racikan gue" tawar Ama dan menunjukan mangkuknya.
Genta melirik mangkuk berisi bakso dan kuah merah itu. Bahkan aroma sambalnya menyengat sekali.
"Kok isinya bakso dan mie doang?" Tanya genta datar, meski ia penasaran. Ia sering makan bakso, dan biasanya di bakso itu ada berbagai sayuran meski sedikit.
"Heheh, emang gue mintanya gitu no ijo-ijo and friend"
Lagi- lagi Genta mendengkus.
"Cobain" ucapnya datar dan menyerahkan mangkuk saladnya. Ama terbengong, benarkah ini Genta? Yang hobinya Gentayangin gue??? Gk kebalik ma? Ehh.
Melihat campuran sayur mentah dan mayonise itu mendadak membuatnya mual. Ia tahu genta pasti mengerjaimya. Ck gagal melambung gue!
"Gak deh, gak doyan sayur" cengirnya dan mendorong mangkuk salad itu.
"Pantes cebol" cibir Genta sebelum melanjutkan makan siang lagi. Setelah habis ia meninggalkan Ama begitu saja.
"Dasar ya kulkas pantes makanya sayur seger-seger" geram Ama.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAGENTA
Teen Fiction"Genta tungguin gue dong !" Kesal Amasya sambil menghentak-hentakan kakinya. Cowok yang dipanggil Genta itupun tak berhenti, bahkan menoleh pun tidak. "Ihhh, nyebelin tau gak" Racaunya sambil sedikit berlari mengikuti jejak Genta meninggalkan parkir...
