Waktu berlalu tanpa terasa, hingga akhirnya bunyi bel pulang sekolah menggema di seluruh penjuru kelas. Seketika, suasana yang tadinya lesu berubah menjadi lebih hidup. Kursi bergeser, tas dibuka, dan suara percakapan mulai memenuhi ruangan.
Jung Yn segera merapikan buku-bukunya ke dalam tas. Gerakannya cepat, hampir terburu-buru, seolah ia ingin segera meninggalkan tempat itu—menjauh dari segala hal yang sejak tadi mengusik pikirannya dan membuatnya tidak tenang.
Namun sebelum ia benar-benar berdiri—
sebuah suara menghentikan segalanya.
“Jangan ada yang keluar dulu.”
Suara itu cukup keras untuk membuat seluruh kelas terdiam. Semua mata langsung tertuju ke arah depan.
Byun Baekhyun berdiri di sana, satu tangannya bertumpu di meja guru, sementara ekspresinya terlihat penuh semangat—terlalu penuh, bahkan untuk situasi sepulang sekolah.
“Aku punya pengumuman penting,” ujarnya lantang, menatap satu per satu teman sekelasnya seolah memastikan semua orang mendengarnya.
Beberapa siswa mendesah pelan, sebagian lainnya hanya memutar mata tanpa minat. Namun Baekhyun tetap melanjutkan, tidak sedikit pun terpengaruh oleh reaksi itu.
“Aku tidak akan berbasa-basi,” lanjutnya. “Aku ingin membuat sebuah klub.”
Ia berhenti sejenak, sengaja menciptakan jeda dramatis.
“Namanya… Pemburu Hantu.”
Beberapa siswa yang masih berdiri tampak saling bertukar pandang, lalu tertawa kecil, jelas menganggap ide itu tidak masuk akal.
Namun Baekhyun tetap berdiri tegak.
“Siapa pun yang merasa penasaran, tertarik, atau sekadar ingin mencari pengalaman baru… silakan angkat tangan,” ucapnya lagi, nada suaranya kini sedikit lebih menantang.
Hening.
Tidak ada satu pun tangan yang terangkat. Sebaliknya, satu per satu siswa mulai berjalan keluar kelas tanpa mengatakan apa pun.
Jelas.
Mereka tidak tertarik.
Dalam hitungan detik, kelas yang tadinya penuh kini hampir kosong. Hanya tersisa beberapa orang yang masih bertahan di tempatnya.
Kim Yoonie.
Park Minji.
Kim Taehyung.
Jeon Jungkook.
Dan Jung Yn.
Baekhyun menyilangkan tangannya, lalu tersenyum miring.
“Kalian berlima… jangan bilang kalian juga tidak tertarik,” ucapnya, nadanya setengah menggoda, setengah menantang.
Taehyung adalah yang pertama bereaksi. Ia menyandarkan tubuhnya dengan santai, lalu mengangkat tangan tanpa ragu.
“Aku tertarik, Baek,” ujarnya ringan. “Sepertinya seru. Aku ikut.”
Baekhyun langsung mengedipkan sebelah matanya, wajahnya berbinar penuh kepuasan.
“Nah, ini dia! Akhirnya ada juga yang punya selera,” katanya. “Kau memang temanku yang paling setia.”
Taehyung hanya tersenyum tipis, tampak tidak terlalu peduli dengan pujian itu.
Di sisi lain, Minji melirik Yoonie sejenak—sebuah isyarat singkat yang hanya mereka pahami—sebelum akhirnya berbicara.
“Aku dan Yoonie juga tertarik,” ucapnya.
Yoonie mengangguk pelan, lalu menambahkan dengan nada santai, “Sepertinya tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang berbeda, bukan?”
Senyum tipis terukir di wajahnya. Namun di balik senyum itu, tersimpan sesuatu yang jauh lebih dalam. Rencana mereka… berjalan sesuai yang diharapkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery
FanfictionImagine BTS x Yn x EXO (SEDANG DI REVISI) Kamu termasuk salah satu murid paling pendiam di kelas kamu. Kamu juga adalah seorang indigo. Karena rasa penasaran kamu yang tinggi akhirnya malah membawa kamu ke dalam bahaya yaitu pembunuhan yang di dalan...
