Jeon Jungkook berdiri dalam diam, menatap dingin ke arah Yoonie yang kini duduk di sebuah kursi dengan tangan terikat kuat dan mulut tertutup lakban. Ruangan itu terasa sempit, bukan karena dindingnya, melainkan karena ketegangan yang menekan udara di dalamnya.
Yoonie berusaha memberontak, tubuhnya bergerak tidak stabil, tetapi ikatan itu terlalu kuat. Napasnya terdengar berat, tertahan oleh rasa takut yang mulai merayap.
Flashback
Saat keluar dari kelas bersama Jung Yn, Jungkook sempat menangkap sesuatu yang janggal dari luar jendela. Byun Baekhyun dan Park Chanyeol terlihat saling memberi isyarat—halus, tapi cukup untuk membuat siapa pun yang memperhatikan menyadari adanya rencana tersembunyi.
Jungkook tidak mengatakan apa pun saat itu, namun matanya menyimpan catatan.
Yn yang berjalan di sampingnya tiba-tiba berhenti.
Di kejauhan, sosok Sehun terlihat melintas.
Tanpa ragu, Yn melepaskan genggaman tangan Jungkook dan berlari.
“Yn! Kau mau ke mana?” seru Jungkook, langkahnya tertahan.
Yn menoleh sekilas.
“Aku punya urusan penting, Jungkook. Hanya sebentar,” jawabnya cepat sebelum menghilang di antara lorong.
Flashback end
Kembali ke masa kini, Jungkook menarik napas pelan. Tatapannya jatuh pada Yoonie yang masih berusaha melepaskan diri, meski sia-sia.
“Setidaknya dengan kau ada di tanganku,” ucap Jungkook datar, suaranya rendah namun tegas, “aku bisa menukarmu dengan Taehyung. Dengan begitu… Baekhyun dan Chanyeol tidak akan menyentuh Yn.”
Yoonie mengeluarkan suara tertahan di balik lakban, matanya menatap tajam—penuh amarah, takut, dan tidak percaya sekaligus.
Jungkook tidak bergeming.
Di wajahnya tidak ada kemenangan. Tidak ada kepuasan.
Hanya satu hal yang tersisa: keputusan yang sudah ia anggap sebagai satu-satunya jalan yang bisa ia kontrol di tengah kekacauan yang semakin liar.
.
Yn terus berlari, langkahnya tergesa-gesa menyusuri koridor yang terasa semakin sunyi, hanya demi mengejar sosok Sehun yang berjalan jauh di depannya.
Napasnya mulai tidak teratur, dadanya naik turun menahan lelah, namun ia tetap memaksa dirinya untuk terus maju.
Ada terlalu banyak pertanyaan yang mengganggu pikirannya akhir-akhir ini—kenapa Sehun semakin menjauh, kenapa ia tidak lagi muncul seperti biasanya, dan apakah semua itu karena rasa bersalah… atau justru karena sesuatu yang sedang ia sembunyikan.
“Sehun, tunggu aku!” teriak Yn dengan suara yang sedikit serak, berharap sosok itu berhenti dan menoleh padanya.
Namun tidak.
Sehun justru terus berjalan, seolah menghindarinya.
Hingga akhirnya—
langkah Yn melambat.
Ia berhenti, membungkuk sedikit sambil memegang lututnya, berusaha mengatur napas yang sudah tidak beraturan. Tubuhnya terasa lelah, tapi yang lebih melelahkan adalah perasaan yang terus dipenuhi tanda tanya.
Beberapa meter di depannya, Sehun akhirnya berhenti.
Ia berdiri diam, tidak bergerak, seolah ragu.
Untuk sesaat… ia hanya memandangi Yn.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery
FanfictionImagine BTS x Yn x EXO (SEDANG DI REVISI) Kamu termasuk salah satu murid paling pendiam di kelas kamu. Kamu juga adalah seorang indigo. Karena rasa penasaran kamu yang tinggi akhirnya malah membawa kamu ke dalam bahaya yaitu pembunuhan yang di dalan...
