Di sebuah ruangan rumah sakit yang sunyi, Oh Sehun hanya berdiri dalam diam, menatap tubuh Minji yang terbaring lemah di atas ranjang dengan berbagai alat medis terpasang di tubuhnya.
Bunyi detak mesin terdengar monoton, seolah menjadi satu-satunya tanda bahwa kehidupan Minji masih bertahan, meski raganya tak lagi bergerak.
Sehun menghela napas pelan, dadanya terasa sesak oleh rasa bersalah yang tak mampu ia jelaskan.
Ia menundukkan pandangannya sejenak sebelum akhirnya berbalik, berniat meninggalkan ruangan itu. Namun langkahnya terhenti begitu saja.
Tubuhnya membeku.
Di hadapannya, berdiri Minji.
Bukan tubuh yang terbaring lemah itu, melainkan sosok lain—pucat, kosong, namun jelas… hidup dalam cara yang berbeda.
Sehun perlahan menoleh ke arah ranjang, memastikan apa yang dilihatnya bukan sekadar ilusi.
Tubuh Minji masih terbaring di sana, tak bergerak sedikit pun. Lalu ia kembali mengalihkan pandangannya ke sosok di depannya.
“Jadi… ini kenyataannya,” gumam Minji pelan, suaranya terdengar dingin dan hampa. “Kau masih ada di dunia ini, Sehun.”
Sehun terdiam, matanya menatap Minji dengan campuran keterkejutan dan kebingungan yang tak bisa ia sembunyikan.
.
Di koridor sekolah yang sepi, Jeon Jungkook berjalan perlahan menghampiri Yn yang masih berdiri termenung, seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Langkahnya tenang, tetapi sorot matanya menyimpan kekhawatiran yang tidak bisa disembunyikan.
“Sekarang kau mengerti, bukan… alasan aku melarangmu ikut campur dalam masalah mereka?” ucap Jungkook pelan saat akhirnya berdiri tidak jauh dari Yn.
Yn tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Jungkook yang semakin mendekat, wajahnya terlihat lelah, seakan seluruh beban dunia sedang bertumpu di pundaknya.
“Lalu… aku harus bagaimana, Kook?” tanyanya lirih, suaranya hampir tak terdengar.
Jungkook kini tepat berada di hadapannya.
Ia mengangkat tangannya perlahan, menyentuh pundak Yn dengan lembut, lalu menatap gadis itu dengan senyum tipis yang terasa menenangkan, meski terselip sesuatu yang sulit diartikan.
“Lupakan semuanya,” bisiknya pelan, nyaris seperti hembusan angin. “Abaikan masalah Sehun dan Minji.”
Kata-kata itu sederhana, tetapi terasa berat—seolah meminta Yn untuk menutup mata dari sesuatu yang jelas-jelas berada di depan mereka.
Yn mengangguk pelan, meski keraguan masih tergambar jelas di wajahnya. Dan tanpa memberi waktu lebih lama, Jungkook menarik tubuh Yn ke dalam pelukannya, memeluknya erat seakan ingin melindungi gadis itu dari dunia yang semakin tidak masuk akal ini.
Di dalam pelukan itu, Yn memejamkan matanya sesaat. Hangat, tenang… namun tidak cukup untuk menghapus kegelisahan yang terus menggerogoti hatinya.
“Haruskah aku benar-benar diam… saat teman-temanku satu per satu jatuh seperti ini?” batinnya lirih.
Tangannya perlahan membalas pelukan Jungkook, tetapi pikirannya justru semakin jauh—terjebak di antara rasa takut dan tekad yang mulai tumbuh tanpa bisa dihentikan.
Karena jauh di dalam dirinya, Yn tahu satu hal dengan pasti—
Ini belum berakhir. Dan diam… mungkin bukan pilihan.
.
Di atas atap sekolah yang sunyi, angin berhembus pelan seolah menjadi saksi bisu ketegangan yang menggantung di antara Yoonie dan Kim Taehyung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery
FanficImagine BTS x Yn x EXO (SEDANG DI REVISI) Kamu termasuk salah satu murid paling pendiam di kelas kamu. Kamu juga adalah seorang indigo. Karena rasa penasaran kamu yang tinggi akhirnya malah membawa kamu ke dalam bahaya yaitu pembunuhan yang di dalan...
