Chapter 7

2.1K 312 2
                                        

Tatapan Jung Yn langsung berubah tajam begitu mendengar jawaban Jungkook. Ia tidak lagi sekadar melihat, melainkan meneliti setiap detail ekspresi di wajah lelaki itu—cara ia menghindari kontak mata, nada suaranya yang sedikit goyah, hingga jeda singkat sebelum ia menjawab. Semua itu terasa… janggal.

Perasaan curiga mulai merayap perlahan di dalam benaknya.

Tidak bisa ia abaikan.

Tidak setelah apa yang terjadi pagi tadi.

Di dalam pikirannya, potongan-potongan kejadian mulai tersusun dengan sendirinya—surat berdarah, pisau yang menancap di jendela, dan sekarang… luka di tangan Jungkook. Semuanya terasa seperti terhubung, meskipun ia belum benar-benar menemukan benang merahnya.

“Ini bukan apa-apa, Jung Yn,” ucap Jungkook, mencoba terdengar santai, tetapi nada gugupnya tidak sepenuhnya tersembunyi.

Yn semakin mengernyit.

“Bukan apa-apa bagaimana?” balasnya, suaranya mulai terdengar lebih serius. “Tanganmu jelas-jelas terluka. Bagaimana bisa?”

Jungkook menghela napas pelan, lalu berusaha menjelaskan.

“Tadi pagi aku memasak sendiri,” katanya. “Dan… tidak sengaja tanganku teriris pisau, Yn.”

Penjelasan itu terdengar sederhana.

Terlalu sederhana.

Dan justru karena itu, terasa tidak meyakinkan.

Yn menatapnya lekat-lekat, matanya seolah mencoba menembus kebohongan yang mungkin tersembunyi di balik kata-kata itu. Dadanya berdegup lebih cepat, bukan karena takut, melainkan karena perasaan tidak nyaman yang semakin membesar.

“Bohong…” gumamnya pelan.

Jungkook terdiam.

Tatapan Yn semakin dalam, suaranya kini nyaris bergetar, bukan karena lemah, tetapi karena ia sedang menahan sesuatu yang lebih besar dari sekadar emosi.

“Itu bukan kau, kan?” tanyanya, menatap lurus ke mata Jungkook. “Yang menerorku pagi tadi… itu bukan perbuatanmu, kan?”

.

“Apa yang kau lihat dariku sampai seperti itu? Kau menyukaiku?” tanya Kim Yoonie dengan nada santai, tetapi sarat sindiran, tepat saat ia memasuki kelas dan mendapati Kim Taehyung menatapnya tanpa berkedip.

Pertanyaan itu terdengar ringan, hampir seperti candaan.

Namun tatapan Yoonie tidak.

Tatapannya tajam, mengamati.

Taehyung yang mendengar itu langsung tersentak kecil. Ia buru-buru memalingkan wajahnya ke arah lain, seolah tertangkap basah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan. Gerakannya cepat, tetapi justru itu yang membuatnya terlihat semakin mencurigakan.

Yoonie memperhatikan perubahan itu dengan saksama.

Keningnya sedikit mengerut.

Ada sesuatu yang tidak beres.

Dan perasaan itu… bukan tanpa alasan.

Pikirannya langsung melayang pada kejadian semalam.

Saat itu, Yoonie masih berada di UKS, menunggu Park Minji yang memintanya datang ke sana. Ia duduk sendiri, sesekali melirik ke arah jendela karena rasa gelisah yang tidak kunjung hilang. Di dalam benaknya, bayangan sosok misterius yang ia lihat di kelas terus terulang.

Ia bertanya-tanya—

apakah orang itu sudah pergi… atau masih berkeliaran di sekitar sekolah?

Tanpa sadar, pandangannya kembali tertuju ke luar jendela.

MysteryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang