Kim Yoonie kini berdiri tepat di depan rumahnya setelah pulang dari kafe seorang diri. Langkahnya terasa lebih berat dari biasanya, bukan karena lelah, melainkan karena pikirannya yang terus dipenuhi bayangan percakapan bersama Kim Kai tadi. Ancaman yang dilontarkan lelaki itu masih terngiang jelas, seolah menempel di benaknya tanpa bisa dihapus.
“Seharusnya aku tidak menemuinya tadi…” gumam Yoonie pelan sambil merogoh tasnya untuk mengambil kunci. “Kalau seperti ini, aku malah tidak bisa berhenti memikirkannya…”
Ia menghela napas panjang, lalu mulai membuka pintu rumahnya. Namun sebelum kunci itu benar-benar terpasang—
sebuah tangan tiba-tiba menyentuh pundaknya.
Refleks.
Yoonie langsung berbalik dan menampar sosok di belakangnya tanpa berpikir panjang.
Plak!
Suara itu cukup keras memecah keheningan malam.
Namun begitu matanya menangkap wajah orang itu—
ia membeku.
“Baekhyun?” ucapnya bingung, alisnya berkerut. “Apa yang kau lakukan di sini?”
Byun Baekhyun berdiri di hadapannya dengan napas sedikit terengah, wajahnya tampak tegang. Tidak seperti biasanya yang penuh canda, kali ini ekspresinya justru menunjukkan sesuatu yang jarang terlihat—
ketakutan.
“Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu,” ucapnya cepat, suaranya sedikit terburu-buru.
Yoonie menatapnya curiga, tetapi tetap memberi ruang.
“Kalau begitu, katakan saja,” balasnya.
Baekhyun membuka mulutnya, seolah ingin segera mengungkap sesuatu yang penting.
“Yoonie… sebenarnya—”
Namun kalimat itu terputus.
Suara dering ponsel tiba-tiba memotong pembicaraan mereka. Baekhyun langsung terdiam. Ia mengeluarkan ponselnya, menatap layar beberapa detik, dan ekspresinya berubah seketika—menjadi lebih tegang, lebih gelisah.
Tanpa menjawab panggilan itu, ia justru memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaket.
“Aku… hanya ingin bilang,” ucapnya cepat, menatap Yoonie dengan serius. “Kau harus berhati-hati.”
Yoonie mengernyit.
“Berhati-hati? Maksudmu—”
“Aku pergi dulu,” potong Baekhyun tiba-tiba.
Tanpa memberi kesempatan Yoonie untuk bertanya lebih jauh, ia langsung berbalik dan berjalan menjauh dengan langkah cepat, hampir seperti orang yang sedang dikejar sesuatu yang tidak terlihat.
Yoonie hanya bisa berdiri diam di tempatnya.
Menatap punggung Baekhyun yang semakin menjauh.
Aneh.
Terlalu aneh.
“Hati-hati…?” gumamnya pelan, kebingungan mulai menguasai pikirannya.
“Tapi… dari siapa?”
.
Sambil menahan cekikan kuat dari hantu penghuni sekolah itu, Jung Yn berusaha mengumpulkan sisa tenaganya. Dalam kondisi yang semakin melemah, ia merapalkan doa di dalam hati—lirih, tergesa, dan penuh harap.
Setiap kata yang ia ucapkan seharusnya mampu mengusir makhluk di hadapannya, namun kali ini… semuanya terasa sia-sia. Hantu itu tidak bergeming sedikit pun, justru cengkeramannya semakin kuat, seolah ingin memastikan nyawa Yn benar-benar terenggut malam ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery
FanfictionImagine BTS x Yn x EXO (SEDANG DI REVISI) Kamu termasuk salah satu murid paling pendiam di kelas kamu. Kamu juga adalah seorang indigo. Karena rasa penasaran kamu yang tinggi akhirnya malah membawa kamu ke dalam bahaya yaitu pembunuhan yang di dalan...
