Malam sebelumnya masih membekas jelas di ingatan Jung Yn, seolah setiap detiknya tertanam kuat tanpa bisa dihapus.
Setelah keluar dari area sekolah bersama Jeon Jungkook yang akhirnya kembali sadar, Yn hanya mampu menghela napas pelan sambil mengusap lehernya yang masih terasa nyeri akibat cekikan makhluk tak kasat mata itu.
Tubuhnya lelah, bukan hanya karena luka fisik, tetapi juga karena tekanan yang terus menumpuk tanpa jeda. Bahkan saat ia dibonceng pulang oleh Jungkook, Yn memilih diam sepanjang perjalanan, membiarkan angin malam menyapu wajah pucatnya, sambil menahan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya.
Namun di tengah perjalanan itu, sesuatu menarik perhatiannya.
Saat motor yang mereka tumpangi melewati rumah Kim Yoonie, pandangan Yn tanpa sengaja menangkap sosok yang berdiri tidak jauh dari sana.
Sosok itu tidak asing—Park Minji. Gadis itu tampak berdiri diam, menatap ke arah salah satu jendela rumah Yoonie dengan fokus yang mencurigakan, seolah sedang menunggu sesuatu… atau seseorang.
Yn mengernyit pelan, rasa penasarannya langsung bangkit di tengah kelelahan yang ia rasakan.
“Minji? Apa yang dia lakukan di sana?” gumamnya dalam hati, namun ia tidak sempat mencari tahu lebih jauh karena motor terus melaju meninggalkan tempat itu.
Ingatan itu kini kembali menghantam pikirannya.
Di dalam kelas, suasana terasa semakin tegang ketika Minji justru tertawa pelan, suara tawanya terdengar ringan namun menyimpan sesuatu yang tidak nyaman. Ia menatap Yn dengan sorot mata tajam, tidak lagi berusaha menyembunyikan apa pun.
“Jadi… kau sudah tahu kalau aku yang meneror Yoonie semalam?” bisiknya pelan, cukup hanya untuk didengar oleh Yn.
Tanpa ragu, Yn mengangguk.
Ia kemudian berdiri dari duduknya, gerakannya tegas meski wajahnya masih terlihat lelah. Tatapannya berubah dingin saat menatap Minji, seolah garis batas di antara mereka telah benar-benar ditarik.
“Lakukan apa pun yang kau inginkan,” ucapnya datar, namun sarat penegasan. “Bagiku, kau ataupun yang lain… sama saja. Tidak ada yang bisa dipercaya.”
Ia berhenti sejenak, matanya menyipit tipis. “Mungkin kau bukan pembunuh Sehun,” lanjutnya pelan, “tapi bukan berarti kau tidak bisa menjadi yang berikutnya.”
Ucapan itu jatuh seperti pisau.
Tanpa menunggu respons, Yn langsung berbalik dan berjalan menjauh, langkahnya mengarah ke tempat Jeon Jungkook yang tengah berbincang santai dengan Kim Taehyung.
Ia tidak ingin berlama-lama dalam lingkaran kecurigaan yang semakin menyesakkan.
Di sisi lain, Minji hanya mendengus kesal. Rahangnya mengeras, tangannya mengepal sebelum akhirnya ia menendang kaki meja di depannya dengan emosi yang tidak lagi ia tahan.
“Menyebalkan,” gumamnya pelan, matanya masih terpaku ke arah punggung Yn yang semakin menjauh.
.
Setelah bel istirahat berbunyi, Jung Yn berjalan keluar kelas bersama Jeon Jungkook, langkah mereka berdampingan menuju kantin yang mulai dipenuhi siswa.
Suasana di sekitar mereka ramai, namun bagi Yn, semuanya terasa jauh—pikirannya masih terjebak dalam lingkaran kecurigaan yang tak kunjung menemukan ujung.
Ia melirik sekilas ke arah Jungkook, seolah menimbang sesuatu sebelum akhirnya membuka suara. “Kook…” panggilnya pelan.
Jungkook menoleh, alisnya sedikit terangkat. “Hm? Ada apa?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery
FanfictionImagine BTS x Yn x EXO (SEDANG DI REVISI) Kamu termasuk salah satu murid paling pendiam di kelas kamu. Kamu juga adalah seorang indigo. Karena rasa penasaran kamu yang tinggi akhirnya malah membawa kamu ke dalam bahaya yaitu pembunuhan yang di dalan...
