Hari-hari berlalu begitu saja, seolah tidak pernah terjadi sesuatu yang besar di antara mereka. Tidak ada lagi bisik-bisik mencurigakan, tidak ada kepanikan, bahkan tidak ada usaha nyata untuk mencari kebenaran.
Dunia terasa berjalan seperti biasa—terlalu biasa—hingga membuat Jung Yn merasa muak.
Sudah tujuh hari sejak Minji dinyatakan koma setelah terjatuh dari atap sekolah. Dan sudah tujuh hari pula sejak Oh Sehun menghilang dari kehidupan mereka.
Namun anehnya, tidak ada yang benar-benar bertindak seolah dua orang itu pernah berarti.
“Menyebalkan…” gumam Yn pelan sambil mencoret-coret bagian belakang buku tulisnya dengan kesal.
Di depan kelas, guru matematika tengah menjelaskan rumus panjang yang memenuhi hampir seluruh papan tulis.
Suaranya terdengar jelas, tetapi tidak satu pun masuk ke dalam kepala Yn. Pikirannya sibuk, berkelana ke arah lain—arah yang jauh lebih gelap daripada sekadar angka dan rumus.
“Sehun meninggal… Minji kecelakaan… tapi kenapa yang lain terlihat biasa saja?” batinnya resah. “Apa mereka tidak merasa khawatir… atau setidaknya penasaran?”
Yn mengangkat wajahnya perlahan, menatap sekeliling kelas dengan sorot mata penuh curiga. Satu per satu wajah yang ia kenal kini terasa asing baginya.
Park Chanyeol terlihat santai, menyandarkan tubuhnya di kursi sambil memejamkan mata, seolah tidak ada beban apa pun yang menghantuinya.
Kim Kai duduk tak jauh dari sana, menatap tajam ke arah Kim Yoonie dengan ekspresi yang sulit diartikan—antara marah dan terobsesi.
Yoonie sendiri tampak gelisah. Bahunya sedikit tegang, dan tatapannya sesekali menghindari Kai, seolah ada sesuatu yang ia sembunyikan.
Di sisi lain, Kim Taehyung terlihat tersenyum samar sambil memainkan ponselnya, ekspresinya tenang—terlalu tenang untuk situasi seperti ini.
Dan terakhir, Byun Baekhyun… duduk diam, menatap papan tulis tanpa ekspresi. Namun justru itu yang membuatnya terasa paling sulit ditebak.
Yn mempersempit pandangannya.
“Chanyeol, Kai, Yoonie, Baekhyun, Taehyung…” batinnya satu per satu, mengunci nama-nama itu dalam pikirannya.
Perlahan, ia menunduk kembali dan menuliskan kelima nama tersebut di halaman kosong buku tulisnya. Ujung pulpen menekan kertas sedikit lebih keras dari biasanya, seolah menyalurkan kekesalan yang ia tahan.
“Aku yakin… ada sesuatu di antara mereka.”
.
Bel istirahat berbunyi nyaring, memecah suasana kelas yang sejak tadi terasa menekan. Jung Yn segera merapikan alat tulisnya dan memasukkannya ke dalam tas dengan gerakan cepat, seolah ia sudah tidak sabar untuk keluar dari ruangan itu.
Namun sebelum benar-benar berdiri, perhatiannya tertarik pada sesuatu.
Di sudut lain kelas, Kim Yoonie tampak diam-diam memberi isyarat kepada Kim Taehyung.
Gerakannya halus, hampir tak terlihat—tetapi cukup bagi Yn untuk menyadarinya.
“Ada apa dengan mereka berdua?” gumam Yn pelan, alisnya mengerut.
Matanya terus mengikuti Taehyung yang berdiri lebih dulu, lalu berjalan keluar kelas tanpa menoleh ke belakang.
Beberapa menit kemudian, Yoonie pun melakukan hal yang sama—bangkit dari kursinya dan pergi dengan langkah yang tampak biasa, namun justru terasa mencurigakan.
Hati Yn langsung tergerak.
Ia tahu ini bukan kebetulan.
“Aku harus mengikuti mereka,” batinnya tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery
FanfictionImagine BTS x Yn x EXO (SEDANG DI REVISI) Kamu termasuk salah satu murid paling pendiam di kelas kamu. Kamu juga adalah seorang indigo. Karena rasa penasaran kamu yang tinggi akhirnya malah membawa kamu ke dalam bahaya yaitu pembunuhan yang di dalan...
