Di dalam kamar yang gelap dan nyaris tanpa cahaya, Kim Taehyung berdiri diam di hadapan dinding yang dipenuhi foto. Sorot matanya tajam, dipenuhi kebencian yang sulit disembunyikan, terutama saat pandangannya jatuh pada foto Oh Sehun yang tertempel di tengah.
Perlahan, ia mengalihkan perhatiannya ke foto-foto lain—Kim Yoonie, Park Minji, Kim Kai, Park Chanyeol, hingga akhirnya berhenti pada foto Jung Yn. Di tangannya, sebuah gunting berkilau samar, berputar perlahan di antara jemarinya seolah menjadi perpanjangan dari pikirannya yang dingin dan terencana.
“Jika kalian tidak tahu apa-apa, sebaiknya jangan berlagak mencurigakan,” gumamnya pelan, nada suaranya datar namun sarat ancaman yang tak kasat mata.
Ia menarik napas pendek, lalu tersenyum tipis—senyum yang lebih menyerupai sindiran terhadap dunia.
“Tapi ini justru menarik,” lanjutnya lirih, matanya kembali menelusuri deretan wajah di dinding. “Kalian bisa saling mencurigai satu sama lain tanpa perlu bantuanku sedikit pun.”
Ujung gunting itu kemudian terangkat, menunjuk tepat ke arah foto Sehun dengan gerakan lambat namun penuh tekanan.
“Aku tidak tahu kau ada di sini atau tidak,” ucapnya dingin, “tapi aku benar-benar muak padamu, Oh Sehun.”
Tatapannya bergeser, kini mengarah pada foto Kai.
“Untukmu, Kim Kai… aku cukup menikmati bagaimana kau membencinya. Setidaknya itu membuat posisiku terasa… lebih menyenangkan.”
Tanpa jeda, ia kembali berbicara, seolah semua nama di dinding itu mampu mendengarnya.
“Park Chanyeol,” ucapnya sambil menyipitkan mata, “aku tahu apa yang kau lakukan, dan kau masih berpura-pura tidak tahu apa-apa. Sayang sekali, rahasiamu ada di tanganku.”
Lalu, ia beralih pada Yoonie, senyumnya berubah tipis dan merendahkan.
“Yoonie… kau hanyalah pion dalam permainan mereka, jadi bersikap tenanglah jika tidak ingin hancur lebih dulu.”
Setelah itu, pandangannya melunak sedikit saat menatap Minji, meski tetap tanpa emosi.
“Untukmu, Minji… aku tidak punya urusan dengan mu. Kau bisa keluar dari permainan ini kapan saja.”
Namun, saat matanya kembali pada foto Yn, ekspresinya berubah drastis—lebih serius, lebih dalam, dan jauh lebih berbahaya.
“Tapi masalah utamanya… ada padamu, Jung Yn.”
Perlahan, Taehyung mengangkat foto Byun Baekhyun dan menempelkannya tepat di samping foto Yn, seolah menyusun potongan puzzle yang hanya ia pahami.
Ia kemudian menurunkan foto Minji dan menggantinya dengan foto Jeon Jungkook, menciptakan pola baru yang tampak semakin rumit dan penuh maksud tersembunyi.
Semua itu ia lakukan dengan tenang, tanpa ragu, seperti seseorang yang telah merancang segalanya jauh sebelum orang lain menyadarinya.
Tiba-tiba, sebuah suara tawa pelan memecah keheningan ruangan itu. Taehyung tidak terkejut—seolah ia sudah tahu siapa yang datang.
Dari balik bayangan, Baekhyun melangkah masuk dengan santai, wajahnya dihiasi senyum mengejek saat matanya menangkap pemandangan di dinding.
“Hei, Kim Taehyung,” ujarnya ringan namun menusuk, “kau tahu tidak? Dari luar, kau benar-benar terlihat seperti psikopat.”
Ia mendekat tanpa izin, lalu menatap foto dirinya sendiri yang baru saja ditempel.
“Dan ini apa? Serius? Turunkan fotoku, aku tidak mau terlibat dalam papan konspirasimu yang aneh ini.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery
FanfictionImagine BTS x Yn x EXO (SEDANG DI REVISI) Kamu termasuk salah satu murid paling pendiam di kelas kamu. Kamu juga adalah seorang indigo. Karena rasa penasaran kamu yang tinggi akhirnya malah membawa kamu ke dalam bahaya yaitu pembunuhan yang di dalan...
