Sehun kini berada di dalam sebuah kamar yang dipenuhi oleh foto-foto dirinya bersama Kim Kai dan Park Chanyeol. Foto-foto itu terpajang rapi di dinding, menampilkan berbagai momen yang pernah mereka lalui bersama—tawa, kebersamaan, hingga kedekatan yang kini terasa asing bagi Sehun.
Ia berdiri diam di tengah ruangan, menatap semua itu tanpa ekspresi, tetapi suasana di sekelilingnya terasa dingin dan berat, seolah menyimpan sesuatu yang belum terselesaikan.
Tidak lama kemudian, pintu kamar itu terbuka perlahan, memperlihatkan sosok Kai yang masuk dengan langkah sedikit gontai. Penampilannya terlihat berantakan, rambutnya acak-acakan, dan seragamnya kusut seolah ia baru saja terlibat dalam sesuatu yang tidak biasa.
Pipi kirinya tampak lebam, sementara di sudut bibirnya terdapat sedikit darah segar yang belum sepenuhnya mengering, menambah kesan bahwa ia baru saja mengalami perkelahian.
Sehun hanya memandangi Kai dalam diam, wajahnya tetap datar tanpa menunjukkan emosi apa pun, meskipun tatapannya terasa lebih dalam dari sebelumnya.
Di sisi lain, Kai sama sekali tidak menyadari keberadaan Sehun di dalam kamar itu. Ia bersikap seperti biasa, berjalan menuju kasurnya tanpa menoleh ke mana pun, lalu menjatuhkan tubuhnya begitu saja ke atas kasur dengan napas yang sedikit berat, seolah kelelahan.
.
Sesosok lelaki berhoodie memasuki area sekolah yang telah sepi karena waktu telah berganti menjadi malam. Langkahnya tenang, nyaris tanpa suara, sementara sepatu Puma yang ia kenakan sesekali menimbulkan gema halus di lantai koridor yang kosong.
Tanpa ragu, ia menaiki beberapa anak tangga yang mengarah ke rooftop sekolah, seolah tempat itu sudah sangat familiar baginya.
Sesampainya di atas, lelaki itu berhenti sejenak, lalu perlahan melepaskan hoodie yang menutupi sebagian wajahnya. Wajahnya kini terlihat jelas di bawah cahaya bulan yang bersinar terang di langit malam.
Senyum tipis terukir di bibirnya saat ia mendongak, menatap bulan dengan tatapan yang sulit diartikan—antara tenang, puas, atau justru menyimpan sesuatu yang lebih dalam.
Setelah itu, ia berjalan mendekati pembatas rooftop dan mendudukkan dirinya di sana dengan santai. Dari dalam saku jaketnya, ia mengeluarkan sebatang rokok dan sebuah korek api.
Dengan gerakan yang sudah terbiasa, ia menyalakan rokok tersebut, lalu mengisapnya perlahan. Asap tipis keluar dari mulutnya, melayang di udara malam sebelum akhirnya menghilang begitu saja.
Di saat yang sama, tanpa disadarinya, seseorang sudah lebih dulu berada di tempat itu.
Park Minji.
Gadis itu berdiri di balik deretan meja-meja tua yang sudah rusak dan tidak terpakai. Sejak awal, ia sudah berada di sana, tetapi begitu menyadari kehadiran lelaki tersebut, ia langsung bersembunyi, menahan napas agar tidak ketahuan.
Dari celah sempit di antara meja-meja itu, ia mengintip dengan hati-hati, memastikan sosok yang baru saja datang.
“Byun Baekhyun…?” gumamnya pelan, hampir tak terdengar.
Minji terdiam, matanya tidak lepas dari sosok itu. Ia tahu betul siapa lelaki tersebut—teman sekelasnya sendiri. Namun, entah mengapa, ia tidak memiliki keinginan untuk keluar dari persembunyiannya dan menyapanya seperti biasa.
Ada sesuatu yang terasa berbeda.
Dan itu membuatnya ragu.
Di dalam pikirannya, berbagai pertanyaan mulai bermunculan tanpa henti.
Mengapa Baekhyun berada di tempat ini, di waktu seperti ini? Kenapa ekspresinya terlihat begitu santai—bahkan cenderung menikmati suasana? Dan yang paling mengganggu pikirannya… sejak kapan Baekhyun merokok?
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery
FanficImagine BTS x Yn x EXO (SEDANG DI REVISI) Kamu termasuk salah satu murid paling pendiam di kelas kamu. Kamu juga adalah seorang indigo. Karena rasa penasaran kamu yang tinggi akhirnya malah membawa kamu ke dalam bahaya yaitu pembunuhan yang di dalan...
