(tried to put some music and...)
Matanya menutup pelan, helaan nafas berat terdengar beserta dengan alunan suara rintikan hujan yang membasahi kota hari ini. Rasanya terlalu senyap; sampai rasanya Jimin bisa mendengar suara pikirannya yang berkecamuk saat ini.
Satu pesan singkat dan satu peringatan cukup kembali jadi beban pikiran; teringat apa yang Taehyung katakan dan satu pesan eletronik tertanda 'ibu' cukup untuk membuatnya gelagapan sendiri. Mengajak kekasihnya pulang,mengantarnya tanpa penjelasan, mencium keningnya lembut, mengabaikan apa yang kekasihnya pikirkan dan berakhiran menatap bulir-buliran rintik hujan yang kini sudah memenuhi jendela apartemennya,
Keputusan bodoh untuk kembali ke apartemen di saat hujan, Park Jimin.
Ponselnya kembali ditatap, membiarkan hati dan pikirannya berkecamuk dengan kegelisahan yang dirasakan. Ingin mengabaikan pesan itu, namun bukankah itu durhaka? Ingin membalas pesan singkat itu tapi sama saja memberi harapan dan Jimin tau Ibunya akan sangat menolak atau bahkan tidak mendengarkan alasan apapun yang Jimin berikan,
Kembali teringat akan sosok manis yang baru saja ditinggalkan dengan raut wajah penuh tanya di apartemennya membuat Jimin kembali membuang ponselnya ke sofa, menghembuskan nafasnya berat dan tentu saja membuat satu keputusan yang tidak akan membuatnya mengulang kesalahan yang sama,
;
beberapa menit setelah kata-kata Taehyung terlontar begitu saja, satu pesan masuk ke dalam ponselnya. Notifikasi berjudulkan 'Ibu' seketika membuat Jimin terdiam sementara, pesan itu ditunjukkan pada Taehyung yang kini turut diam seraya menjilat pelan bibirnya,
"Apa kau peramal?"
"Aku bahkan hanya menebak saja," Jimin mengendikkan Bahu, membuka pesan yang membuatnya cukup terkejut dan langsung memasukkan kembali ponsel dalam sakunya.
"Aku pulang dulu." Taehyung hanya menepuk bahunya pelan, memperhatikan bahu Jimin dan Yoongi yang mulai menghilang dan mendapati pacarnya kini menatapnya bingung
Sepertinya perang Jimin akan segera dimulai,
"Kenapa Jimin-Hyung terburu-buru sekali?"
"Ibunya mengirim pesan."
"Apa isi pesannya, Hyung?"
"Jimin tidak memperlihatkannya padaku, tapi dari wajahnya itu nampak seperti hal yang serius."
"Semoga mereka baik-baik saja..." Taehyung mengelus pundak kekasihnya lembut seraya memberi kecupan ringan pada kepalanya
;
Fr : Ibu
Bukankah sudah terlalu lama kau berada disana? Ayo pulang sayang, ada yang menunggumu kembali.
---------------------------------------------------------------------------------
Jadi, Gimana ?
KAMU SEDANG MEMBACA
PJM's - my
Fanfiction"Rasanya tidak asing; Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
