Pelukan Luka atau Pecutan Derita

51 0 0
                                    

Baiklah, cerita berlanjut, siang itu saat Adina kekantin tiba-tiba ia teringat akan senyum simpul Pras, entah apa yg menyebabkan ingatan itu muncul. "Adin! " Terdengar suara perempuan memanggilnya, ya perkenalkan, itu adalah teman akrab Adina, Andin namanya. Mereka berdua ini tak terpisahkan, bahkan kesetiaan pertemanan merekapun tak dpt diukur walaupun keduanya baru kenal. Mereka berdua ini sudah seperti adik kakak, saling bertukar cerita, mendengarkan satu sama lain, bahkan keduanya pun tak jarang juga bertengkar hanya karna hal sepele.

Seketika lamunan Adina hancur, berantakan, berserakan hanya karna Nada oktav Andin. Ya inilah kebiasaan mereka berdua kalau sudah dibaurkan, yapp mereka pasti akan membicarakan pujaan hati mereka masing-masing.Hal-hal konyol pun mulai mereka garap walau dimuka umum, entah apa yg akan orang-orang katakan melihat tingkah mereka. Beberapa menit kemudian lamunan Adina mulai kembali, ia yg awalnya ceria menjadi suram dan masam, mungkin dia sedang memikirkan Pras.

Tak lama kemudian suara langkah kaki mendekat perlahan dari belakang Adina Dan Andin. Entah apa yg dipikirkan Adina, tapi dia spontan menoleh kebelakang, dan apa yg ia dapati?
Lagi-lagi Pras bersama kawan-kawannya, seketika Adina membuang pandangannya jauh-jauh dari Pras. Tampaknya Pras dan kawan-kawannya sedang membicarakan perempuan, tapi siapa? Pikir Adina dalam hati, seketika dilema dihatinya terbit menyelimuti keseluruhan kalbunya hingga dia tak bisa mengendalikan emosinya,.

Ya air matanya jatuh, menetes tanpa ada perintah, mungkin hatinya tau kalau Pras diciptakan hanya untuk merobek hati Adina. Dengan seksama Adina menguping pembicaraan Pras beserta csnya itu sambil berusaha menahan air Mata yg tk Mungkin bisa Ia bendung lagi, pasti rasanya sakit sekali, antara bertahan dg seribu derita atau kah pergi dengan sejuta luka. Mana mungkin Adina sanggup mengemban hal itu sendiri. Tidak, Adina tak sendiri, Ada Andin yang senantiasa menghiburnya walau dia sendiri pun sedang patah hati.

Alih-alih bak selojor kayu yang dipatahkan hati Adina remuk tak karuan mendengar senda gurauan yang selalu menari diatas air mata Adina. Mulut-mulut itu berulang Kali berucap silih berganti memuji wanita itu, ya...wanita yang kedengarannya sedang dekat dengan Pras. Alangkah sesak dada Adina mendengarnya, segala celotehan keluar hingga berlabuh ditelinga Adina. Lantas apa yg bisa dilakukan Andin yang berulang kali berusaha menenangkan hati Adina namun terus saja Adina menyangkalnya.

Beberapa menit berlalu, lama kelamaan telinga Adina mulai Kenyang dg segala omongan itu, sembari mengusap air matanya dia pergi begitu saja meninggalkan Andin. Hatinya benar-benar hancur, mungkin rasanya pun dia mulai putus asa,segala yg diimpikan hilang begitu saja hanya karna tiupan angin, pupus sudah harapannya.

Sementara itu Pras yg melihat Adina pergi begitu saja berfikir keheranan, sejuta pertanyaan muncul dihatinya bak ditanya seribu wartawan. Apa yg terjadi dg Adina? Kenapa Ia menangis? Apa yg membuatnya menangis? Silih berganti pertanyaan itu muncul. "Hm... Entahlah mungkin dia sedang ada masalah" Pikir Pras dengan semudah itu. Seketika Ia terdiam, "Apa dia menangis karna aku? " Sekilas Pras bisa berfikir seperti itu, mengapa? Apa tuhan mulai membisikan nama Adina dihati kecil Pras, hingga dia bisa berfikir pertanyaan seperti itu?

Ya hati Pras mulai gelisah, bimbang, entah apa yang dia pikirkan, segala yg Ada dia otaknya campur aduk menjadi satu. Gelisah, hatinya mulai merasakan ketakutan, keringat dingin mulai keluar, Pras juga mulai gugup, lantas apa yg Ia lakukan? Pras mulai meninggalkan csnya Dan mulai menyusuri jejak Adina. Dimana dia?apa dia baik-baik saja? Siapa yang akan menyeka air matanya? Ribuan Tanya mulai muncul dihati Pras. Mengapa dia bisa merasa sebersalah ini pada Adina?

-Alihan Kata-
Bendung air matamu jika kamu tumpahkan hanya untuk laki-laki yang menyakiti perasaanmu, ingat kamu punya laki-laki yang senantiasa membuatmu tersenyum setiap detik, bahkan tetes demi tetes keringat rela bercucuran hanya demi kebahagiaanmu, ingatlah hanya dia yg boleh membuatmu menangis:)

Senja's  Story Triangle LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang