Seohyun menyukai Kyuhyun itu fakta, dan Kyuhyun menyukai Seohyun adalah sebuah kebenaran yang mutlak.
Perjodohan memang hal terburuk yang harus mereka terima. Namun, demi mempertanggung-jawabkan janji suci terhadap Tuhan, keduanya sepakat agar memer...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*
Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya saat mendapat selembar surat dari sang atasan. Dia tidak tahu senyum dengan maksud bagaimana tengah ditampilkan pria berumur sekitaran setengah abad di hadapannya sekarang. Dan parahnya, hanya sekedar itu, kemudian pria tersebut berlalu. Meninggalkan Kyuhyun penuh rasa heran.
Ketika tangan Kyuhyun membuka kertas berlipat itu, kemudian membaca cepat rangkaian kata di dalamnya, sontak saja keterheranan tersebut berubah menjadi ketidak-pahaman. Satu kali membaca, otaknya belum sampai pada maksud yang ditujukan. Dua kali membaca, otaknya tetap tidak sampai pada artian yang disampaikan. Tiga kali membaca, dia hanya berhasil paham terdapat kata cuti dan sejenisnya namun tetap tidak mampu dimengerti.
"Wae Kyu? Ada masalah?" Salah satu rekannya bertanya ketika mendapati wajah bingung Kyuhyun. Dan seketika terkejut saat pria itu menyodorkan lembaran tersebut tepat di muka. Bermaksud meminta bantuan untuk menjelaskan isi di dalamnya.
"Wah... chukkae Kyu. Kau bisa tidur penuh tiga hari ini." Kekehan menemani tanggapan tersebut.
"Maksudnya?" Tapi tidak berlaku bagi Kyuhyun, karena otaknya benar-benar masih dalam tahap mencerna.
"Kau dibebas-tugaskan selama tiga hari. Jadi sekarang kau bisa bersiap-siap untuk pulang."
"Dibebas-tugaskan?"
Pria tersebut mulai prihatin dengan tanggapan Kyuhyun yang seharusnya senang, bahagia, bahkan dia bisa maklum jika Kyuhyun akan menari, melompat kegirangan atau memeluk seluruh orang di sekelilingnya, bukan malah respon dengan raut kosong dan aneh seperti sekarang. Karena memang, pemberian cuti seperti ini hanya terjadi pada petugas yang beruntung. Seakan seribu satu kisah untuk pegawai mendapatkan kesempatan emas seperti ini.
"Iya, kau diberi libur beberapa hari. Ini salah satu bentuk reward dari komandan karena pencapaian kerjamu benar-benar dirasa memuaskan dan brilian."
"Jadi... jadi aku bisa pulang?"
Satu anggukan membuat mata Kyuhyun mulai berbinar. Imajinasinya segera aktif membayangkan bagaimana setelah ini dia bertemu Seohyun. Dia sangat merindukan wanita itu. Dia ingin memeluk istrinya. Sangat.
"Bisa sekarang?"
"Tentu saja."
Dan seketika itu, ledakan suka cita terjadi di dalam dirinya. Senyum selebar pelangi terpampang jelas di raut tampan tersebut. Gerak reflek untuk memeluk rekannya terjadi begitu saja. Bahkan, teriakan tertahan sempat membuat sang lidah mencicipi rasa logam, bibir itu berdarah akibat gigitan yang terlalu keras. Setidaknya, Kyuhyun bersyukur dia masih ingat tempat, cukup untuk membuat surat berharga itu tidak ditarik kembali oleh yang berwenang.
* * *
"Gomawo hyung." Kata tersebut keluar dengan nada ceria untuk sang manajer. Bukannya senang, pria tersebut menatap horor artisnya karena berani lompat dari mobil sebelum kendaraan tersebut berhenti sempurna.