PUTRI ANDRIANA'S POV
Aku move on? Dari kak Harry? Sebegitu cepatkah hati ini diambil oleh orang lain? Tapi aku hanya ingin merasakan bahagianya jatuh cinta.
Aku tak mudah berpaling, setelah kejadian itu entah sudah berapa lama aku menutup hatiku. Orang yang merobek perasaan ini pun sekarang sudah tak tau berada dimana.
Ali begitu baik semenjak ia bertemu padaku saat jam pulang sekolah waktu itu, padahal sebelumnya kami hanya stranger yang hanya mengenal, tapi tidak terlalu dekat.
Berbicara berdua pun seadanya. Kenapa bisa aku berpindah dengan laki-laki itu? Mungkin aku hanya terlalu cepat merasa nyaman. Gerry, laki-laki cerewet itu pasti akan ceramah panjang lebar bila tau aku gampang merasa nyaman dengan seorang laki-laki.
"Kau semakin dekat ya dengan Ali-Ali itu?" Tanya Gerry sambil mengipas-ngipas badannya yang mulai bercucuran keringat.
"Ka-kalau aku jatuh cinta kepadanya, tak salah, kan?" Aku berkata sedikit terbata. Aku tau apa jawabannya, pasti.
"Dia tampan, manis, berkacamata seperti seleramu, gagah tidak sepertiku, memiliki motor yang tampan juga.." Omongan Gerry terhenti karena cubitanku. "Ah! Aku kan hanya bercanda. Setidaknya dia terlihat lebih baik daripada Harry-mu sayang."
"Sudah tak usah menyebut lagi."
"Tapi aku benar kan? Buktinya sekarang kau bisa sedikit melupakan Harry karena kehadiran Ali." Gerry beranjak dari tempat duduknya.
"Mau kemana?"
"Kantin, perut ini sudah mengecil karena terlalu lama mendengarkan bapak kimia kita selama 2 jam penuh. Aku heran setiap harinya iya makin senang membuat kita pusing dengan senyawa, molekul, dan entah apa itu namanya."
Aku tertawa kecil. Walau Gerry sering di bully anak laki-laki lain karena kegemarannya bermain dengan perempuan dibandingkan laki-laki. Gerry adalah teman yang selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkahnya.
------------------------------
"Hah? Dia anak SMA unggulan itu? Padahal dulu aku ingin sekali sekolah disitu.."
"Iya, aku lihat dia bersama anak-anak kelas kita yang anak SMA unggulan itu juga, dengan seragam yang sama. Wah beruntung juga kau bisa dekat dengan laki-laki yang cerdas."
"Aduh aku malah merasa tidak pantas bila disandingkan dengannya."
"Sudah jangan terlalu merendah, jika ia jatuh cinta denganmu juga. Bagaimana? Kau tak akan menolaknya, kan? Haha"
"Tahu darimana aku jatuh cinta dengannya?"
"Jangan membohongi dirimu sendiri, dia pria yang baik bukan? Ya sudah, sampai jumpa nanti saat bimbingan bahasa Inggris!"
"Oke, sampai jumpa!" Aku menutup telepon dari Tammy. Dia menghubungiku hanya untuk memberitahukan itu? Aku menggeleng. Tak sepantasnya aku memikirkan Ali, dan tak sepantasnya aku terus dihubungkan dengan Ali.
Aku ingat beberapa minggu lalu, aku berangkat bersama Ali. Awal dari kedeketan kami. Atau mungkin hanya aku saja yang merasakan rasa yang berbeda.
Senyum yang tak bisa aku lupakan. Membuatku ingin ikut tersenyum bila melihatnya. Bahkan, ketika aku mengingatnya aku tersenyum. Matanya, mengapa seperti mata yang dimiliki masa laluku, kak Harry.
---------------------------------
Hari Jum'at paling semangat daripada hari Jum'at yang lainnya. Pasti Ali sudah menungguku di bawah, aku merasa tak sabar berangkat bersamanya.
Aku berlari kecil menuruni tangga bimbingan belajar yang aku ikuti. Benar saja, Ali sudah menunggu di area parkiran.
Aku lihat dia tersenyum memandangi gadget nya, 'ada apa? Apa yang sedang ia lakukan?' Aku menghampirinya perlahan agar tak terlalu kelihatan semangat. Namun, dia belum menyadari kehadiranku. Dia masih asyik dengan gadget nya itu.
'Ah apa pula aku ini, memangnya aku siapanya?'
"Cepat sekali kau datang!" Aku menghentikan ke-asyikannya bermaim gadget. Dan ia pun buru-buru mematikan gadget dan menyimpannya di saku celananya.
"Sudah selesai? Mau langsung berangkat?" Tanyanya.
"Ayok, aku tak mau ketinggalan cerita-cerita dari Mr. Alex hari ini."
"Dia selalu punya cerita tiap harinya ya. Ya sudah, cepat naik."
Aku melambaikan tangan kepada Gerry.
"Dia siapa?" Tanyanya dengan nada heran.
Rasanya aku ingin menanyakan apa yang ia lakukan dengam gadget nya sampai-sampai ia tersenyum sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Andai Dia Tahu
Teen FictionMungkinkah dia jatuh hati Seperti apa yang ku rasa Mungkin kah dia jatuh cinta Seperti apa yang ku damba Tuhan yakinkan dia Tuk jatuh cinta Hanya untukku Andai dia tahu? Kalian pasti tahu lirik Kahitna itu. Yap! Judul lagunya 'Andai Dia Tahu'. Seper...
