3 Jam Sebelumnya......
"Oh, Jaejoongie-oppa kau tidak akan percaya ini." Ucap Hyesung menunjuk monitor besar di hadapannya sambil memainkan pointer.
"Aku sudah menyelidiki soal transaksi rekening Kim Hee Sang, Sersan kita yang tewas kemarin. Dalam dua bulan terakhir, terlihat seperti tidak ada transaksi mencurigakan, ada 5 transaksi yang melibatkan rekening Kim Hee Sang, kebanyakan adalah pembayaran tagihan kartu kredit, dan tagihan telfon. Kecuali yang terakhir ini."
Hyesung kembali menyalakan pointernya. Menunjuk ke bagian data yang paling bawah.
"Pada malam terakhir sebelum ia dibunuh, ia mendapatkan USD $33,000. Sebuah rekening dari bank asal Jepang atas nama Kwon Bo-Ah. Atau yang kita kenal sebagai...."
"Letnan Kwon."
"Tepat sekali. Letnan Kwon mengirimkan uang yang cukup banyak 30 menit sebelum kematian Kim Hee Sang dan aku juga menemukan data penelfon terakhir dari ponsel korban kita. Dan voila! Letnan Kwon menelfon sebanyak 2 kali sekitar 70 menit sebelum Kim Hee Sang dibunuh." Terang Hyesung.
"Kita akan tanyakan ini nanti pada Letnan Kwon di kantornya, Hyesung." Ucap Seho yang baru saja datang dari arah ruangannya. Membawa 1 bundle berkas yang entah apa isinya.
"Apa dia sudah pulang?"
"Baru saja."
"Cepat sekali, apa yang kau tanyakan padanya?" Tanya Jaejoong.
"Nanti malam pukul 7 tepat, ia mengundang kita ke kantornya. Hyesung yang akan ikut denganku kali ini."
"Bukankah ini jadwal jaga malam Hyesung?"
"Austin bisa bergantian shift dengan Hyesung sementara. Tak usah khawatir, Jae. Kau bisa pulang menemui Changmin dan Seulgi, Jae. Mereka membutuhkanmu."
Seho menepuk - nepuk bahunya sambil tersenyum. Berusaha menguatkan anak buahnya tersebut dan memberinya semangat. Pasti sangat sulit untuk harus berbagi peran sebagai agen dan sebagai ibu dalam satu waktu.
"Baiklah, bos."
.
.
.
.
.
.
"Mama!" Seulgi menyambut kepulangan Jaejoong dengan senang. Jaejoong langsung membalas pelukan putri tercintanya dan mengecup ubun - ubunnya.
"Apakah semua baik, hmm?" Tanya Jaejoong.
"Oppa mendapatkan beberapa obat tadi, tapi katanya, besok sudah boleh pulang, mama."
Jaejoong merangkul putrinya dan berjalan menuju tirai yang ditutup. Didalam, terlihat Tae Hee dan suaminya, Jihoon, sedang duduk di sofa menghadap bed Changmin. Anak sulungnya tersebut sepertinya baru saja tertidur.
"Aku sudah mengurus kepulangan Changmin, Jae. Perkembangan lukanya sangat baik. Besok pagi dia boleh pulang." Ucap Tae Hee sambil mempersilakan Jaejoong dan Seulgi duduk disampingnya.
Jaejoong mengangguk, ia sangat berterimakasih sekali dengan keluarga iparnya tersebut. "Apa Yunho belum pulang, Jae?"
"Belum. Sepertinya ia akan pulang terlambat." ㅡ atau dia tidak akan pulang. Batin Jaejoong.
"Ah, benar - benar." Jihoon menggelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir dengan apa yang ada dipikiran adiknya tersebut.
Jaejoong tidak pernah memberitahu siapapun masalah prahara rumah tangganya bersama Yunho. Cukup ia dan Yunho serta beberapa teman terdekatnya yang tahu. Tidak dengan keluarga iparnya maupun keluarga kakak - kakak Jaejoong. Mereka menganggap kehidupan rumah tangga mereka baik - baik saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bon Voyage • [YUNJAE]
Fanfiction[First Published : 27/8/19] Kim Jaejoong, seorang agen dari National Intelligence Service menemui sebuah masalah besar yang mengincar keluarga serta orang - orang yang ia sayangi. Dan kehadiran Yunho kembali dalam hidupnya, menjawab semua yang ia ta...
![Bon Voyage • [YUNJAE]](https://img.wattpad.com/cover/198676999-64-k681128.jpg)