Saat itu dingin menyelimuti tubuhku, rasanya seperti ada yang menahan nafasku. Sakit sekali, mataku sulit sekali untuk terbuka . Tetapi sedikit demi sedikit, aku berusaha untuk tenang dan mencoba untuk membuka mata. Lalu tak lama terdengar ada suara yang memanggil namaku , sedikit demi sedikitku membuka mataku.
Aku berhasil membuka mataku, Tiba tiba aku berada di ruangan. Dengan suasana yang sangat sunyi, sementara hari sudah malam saat itu. Aku tersadar tadi aku bertemu denganmu,dimana kamu? Tuhan ,aku harap ini hanya mimpi. Tapi, tubuhku basah kuyup ,dingin sekali rasanya.
Aku mendengar suara seseorang yang memanggilku, tepat di sampingku. Aku melihat ke sampingku, dan ternyata itu kau. Kita hanya berdua diruangan itu, tak ada siapapun selain aku dan kau. Tuhan, apakah ini hanya mimpi? Aku tidak ingin bertemu dengannya lagi, aku takut dia akan membohongiku lagi.
" Kau sudah sadar?"
" Apa yang kau lakukan tadi? Kau berapa jam diam diatap ?"
" Hei?! Aku disini. Sudah disampingmu, mengapa kau tak menjawabku!"
Aku hanya menatap matamu, ya. Aku melihatnya ,melihat mata itu lagi. Mata kekhawatiranmu,tapi aku sudah terlanjur kecewa kepadamu . Padahal aku rindu, benar benar rindu . Aku tak bisa munafik lagi, aku merindukanmu . Maafkan aku sayang
" Aku ingin pulang "
dengan mataku yang sembap, tubuhku yang lemah. Aku mencoba untuk keluar dari ruangan itu,ternyata aku masih berada disekolah. Aku hampir terjatuh saat mencoba untuk berdiri tetapi kau menahanku, mengapa? Ada apa dengan diriku ini? Mengapa aku menjadi seorang yang lemah seperti ini?
" Aku antar kau pulang"
" Tak perlu, sendiri pun aku mampu"
"Aku antar kau pulang!"
" Aku mampu sendiri, silahkan kau pergi . Sebelum aku yang memilih untuk pergi "
" Apakah kau gila ? Dengan keadaan seperti ini ,berjalan pun kau tak mampu dengan enaknya berbicara seperti itu?"
" Pergilah ,aku mohon"
" Pulang bersamaku, aku mohon dengan sangat"
Aku menarik nafasku, dan menghembuskannya secara perlahan. Apa yang ada dalam pikiranmu itu? Mengapa kau tega sekali melakukan ini kepadaku, jika memang kau ingin pergi . Pergi saja, tak perlu kembali dengan cara seperti ini. Tolong jangan membuatku menderita karenamu, aku sudah cukup hancur. Jangan membuat usahaku untuk melupakan dirimu gagal, dengan kau datang lagi kepada diriku.
Suasana hening sekali, mata kita saling bertatapan. Tuhan ,aku benar benar rindu saat saat seperti ini. Lalu air mataku tiba tiba terjatuh lagi,aku katakan kembali dengan Isak tangisku
" Tolong .. pergi.. dari sini ,aku mohon"
"Aku mencarimu kemana mana,dan setelah aku menemukan dirimu. Kau melakukan ini kepadaku"
" Mengapa kau hilang waktu kemarin? Kemana saja kau? Perempuan itu kan alasannya? Begitu teganya kau melakukan itu , untuk apa kau berjuang mati Matian untuk mendapatkan aku tapi ternyata semua perjuanganmu itu bohong!"
" Tolong dengarkan aku, izinkan aku untuk menjelaskannya"
" Aku tak butuh penjelasan,semua sudah jelas."
Tiba tiba ada yang membuka pintu dan memasuki ruangan, perempuan itu lagi. Dia sosok yang paling tak diharapkan kehadirannya untukku. Dia seseorang yang pertama kali memanggilku sebagai pelac*r,dan aku sangat mengingat kata kata itu. Dan selalu terngiang dikepalaku.
Ia melihatku dan langsung menampar pipiku, aku menangis . Dan kau memanggilku Pelac*r lagi, hancur rasanya . Aku menatapmu, dan kau tak tau harus melakukan apa dihadapanku.
" Hei dasar kau pelac*r tak tau diri! Sudah ku bilang jangan dekat dengan dia lagi, dia milikkku!! Dan aku tak rela untuk berbagi denganmu !"
" Aku bukan pelac*r!!! Kekasihmu yang terus menggangguku, aku tidak tau kau adalah kekasihnya"
" Oh bukan pelac*r? Tapi terus menerus mengganggu kekasih orang lain? Dimana letak otakmu?? Dasar bodoh"
Benar benar mulutnya seperti harimau, lebih seram dari harimau. Lebih sakit dibandingkan dengan gigitan harimau. Aku memutuskan untuk pergi dengan tubuhku yang lemah itu, dengan kesakitan yang luar biasa hancur.
Kau berusaha untuk menutup mulutnya ,aku menatapmu. Kau menatapku
" Aku pergi,aku mohon jangan ganggu aku lagi. "
KAMU SEDANG MEMBACA
Halu
Storie d'amoreSeseorang yang selalu membayangkan sesuatu berandai andai akan hal yang tidak mungkin terjadi. Pada dasarnya halu itu menyenangkan, ia lebih senang berhalusinasi dibandingkan dengan melihat kenyataannya sendiri. Karena halusinasi lebih indah dibandi...
