PARTNER IN CRIME

2.7K 129 4
                                        

Bbuugghhh , sebuah tongkat mengenai kepala bagian belakangnya, ia melihat ke arah belakang dan ternyata.

"Bye bye om."

Satria mendengar suara itu.

"Rye???"

〰〰〰〰〰

"Hai kak Liam... " sapaan disertai cengiran khas itu kini tertuju pada Satria yang kini masih terheran dengan keberadaan Athena yang kini bersamanya.

"Kamu kenapa disini??" Ucap Satria seraya melangkah mendekati Athena dengan cepat karena para lawannya mulai terkapar lemah.

"Bantuin Kak Liam dong."

"Tapi kan..." ucapan Satria terpotong oleh Athena.

"Awaassss!!!!"

Bbuugghhh...

Satria menghindari kayu yang dilayangkan padanya oleh musuh kemudian memberikan tendangannya tepat pada ulu hati sang lawan.

Ternyata mereka telah bangkit lagi, banyak yang sudah mengalami luka dan babak belur. Satria memberikan kode melewati matanya pada Athena.

Keduanya mengangguk.

Bughhh ... tendangan dari Athena membuat salah satu dari mereka jatuh tersungkur, tak terima temannya diperlakukan seperti itu, yang lain langsung ikut menyerang keduanya.

Athena dan Satria terpaksa memberi sedikit jarak agar bisa leluasa untuk memberikan pelajaran pada mereka.

Bughhh

Bughhh

Bugh bughhhh, pukulan dan tendangan yang Satria layangkan pada musuh dengan cepat dan juga memakai tenaga dalam membuatnya tak bisa menghindar sedikit pun.

Brrruugghh, darah keluar dari mulut dan hidungnya. Ia menatap Satria dengan tatapan memohon. Namun, bukan Jack jika ia merasa kasihan pada korbannya.

Perlahan namun pasti, Satria mendekat dan berdiri di belakang tubuh pria itu.

Kkrrreeerkkkkk

Kepala itu kini terkulai lemah dengan tulang yang bisa di pastikan telah patah dan takkan bisa utuh kembali.

You die...

Keenam orang lainnya menatap Satria marah namun ada ketakutan di dalamnya.

Satria melambaikan tangannya memerintahkan mereka untuk mendekat .

Berbeda dengan Athena, ia mengandalkan kekuatan dari sang lawan. Dengan cepat ia menepis dan juga menghindari serangan musuh membuat serangan itu malah tertuju pada kawannya sendiri. Tangan satunya lagi tak tinggal diam untuk membuka ponselnya yang telah ter modifikasi oleh berbagai macam kode kode yang dibuatkan oleh Kevan.

Lima orang telah mengelilinginya dengan nafas terengah-engah, Athena tetap tenang dengan wajah polos dan menggemaskan miliknya.

"Om, punya anak?" Tanya Athena sesekali menatap mata semua laki laki berbadan besar itu.

"Gak usah banyak bacot, serang aja." Ucap salah satu dari mereka memprovokasi. Saat hendak maju, mereka tertahan oleh ucapan Athena yang menusuk.

"Aku gak akan bunuh kalian, tapi aku akan bunuh anak-anak kalian, bagaimana?" ucapan itu terdengar biasa saja bahkan terlihat sangat riang saat mengatakannya, berbeda dengan matanya yang menatap dengan tajam ke arah mereka semua.

"Satu!" Athena menunjukkan ke arah salah satu orang pria bertubuh besar dengan wajah sangarnya, "nama anak om Yuda Pratama, umur 15 tahun , sekolah di SMP GEMILANG 1, betul?"

SATRIA (Complete DREAME) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang