Ola Love Eight

4.8K 902 78
                                    

RAJATA SIALAN!!!

Jerit Ola dalam hati, sungguh ia marah Tuhan. Ola melepaskan paksa tangannya, namun tangan Rajata lebih menggenggamnya erat.

Sialan!!

"Ingatkan aku untuk mencakar mu!!" Bisik Ola tajam, dan hal itu mengundang kekehan kecil dari Rajata.

"Nanti setelah kita tukar cincin." Katanya tenang membuat Ola sebal bukan main.

Senyum di wajah Ola tadi menghilang, menjadi wajah sebal luar biasa. Ia berjalan mendekati Pappinya yang tersenyum sayang padanya, dan Ola tak membalasnya karena Pappinya sedang bersekongkol dengan Rajata. Ini belum tiga bulan sesuai kesepakatan, tapi Ola sudah mau ditunangkan saja.

"Gak usah ketawa deh, bang." Gerutu Ola pada Alfa yang tekikik di sebelahnya. Pria tampan yang menjadi kakak pertamanya itu merangkulnya, lalu menundukkan kepalanya seraya berbisik.

"Akhirnya setelah sekian tahun, pangeran Tamawijaya bertekuk pada putri Soeteja." Ledek Alfa membuat Ola menyikut perut Alfa keras. Entah itu bertekuk lutut kek, atau apapun pokoknya Ola sebal. Sebal banget karena ia tidak mempersiapkan dirinya sendiri.

Alfa mengaduh kecil, namun tetap terkekeh. "Pokoknya Rajata harus bayar mahal karena menjebak Ola. Biar sekalian bangkrut terus Ola tinggal."

"Yakin?" Tanya Alfa semakin menyebalkan.

"Yakinlah!! Udah ah sana, tuh Abi nangis." Kata Ola lalu pergi dan mendekat pada Mamminya.

"Mammi ih gak ngomong sama Ola." Kata Ola lagi, ia belum bisa menerima, jadi ia butuh seseorang untuk mengerti hatinya.

Alana tersenyum, kalau mengelus lembut pipi putrinya. "Kata Pappi biar kamu gak kabur, dan Rajata menyetujui. Lagian Rajata pria baik kok, Mammi suka."

Iya Ola juga suka sih, tapi benci juga. Kan Ola bingung.

Dan suara mc kembali menyuruh Ola dan Rajata mendekat, untuk acara tukar cincin. Akhirnya Ola mengalah, ia berdiri diantara Mamminya dan Rajata. Senyum cantik coba ia tampilkan karena ia juga tidak mau jika hasil potret pertunangannya menjadikannya jelek. Tak ia pedulikan rasa sebal, yang pasti ia tetap harus terlihat cantik.

Dan acara tukar cincin itu dilakukan Rajata pada Ola yang diam menatap permusuhan padanya. Dan sialnya pria itu malah tersenyum tampan padanya. Dan pas, cincin warisan dari keluarga Rajata itu melingkar cantik di jari manisnya. Ola terharu kan jadinya.

Dan sekarang giliran Ola, ia memegang tangan kiri Rajata yang nyaman ketika menggenggamnya tadi lalu memasukkan cincin bewarna putih itu ke dalam jari manisnya. Dan suara riuh tepuk tangan itu terdengar, dan tanpa disangka Rajata mengecup keningnya pelan.

"Terimakasih, Miss Tamawijaya to be." Bisik Rajata lalu menjauh dari Ola. Dan yang terjadi pada tubuh Ola yaitu, ia merinding bahagia.

Ah Rajata sialan.

Dan dua hari berlalu, Ola marah besar pada Rajata. Ia benar-benar marah karena pria itu tak menghubunginya selama dua hari karena perjalanan kerja ke Eropa. Sebal pasti, dan Ola berjanji tak akan menghubungi pria itu terlebih dahulu sebelum pria itu berlutut memohon maaf padanya.

"La, bantu mbak dong." Kata Zia ketika melihat Ola yang terlihat santai di depan televisi.

Ola beranjak, laku mendekati Zia. "Apa mbak?"

"Temenani mbak ke rumahnya Ical ya." Kata Zia menutup Tupperware hijau yang entah berisi apa Ola tidak tahu.

"Ical datang?" Tanya Ola, setahunya pria itu tidak ada rencana pulang sampai Minggu depan.

Zia menggeleng, "Gak, cuman mau anter kue buat acara arisan bunda. Dan bunda ada di rumah Ical." Ola mengangguk tanda mengerti.

"Oke yuk, sekalian Ola temu kangen sama Temel." Dan Ola beranjak untuk mengganti pakaiannya nlalu pergi mengantarkan Zia.

Love YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang