Rajata Love

5.6K 754 27
                                    

Suatu pagi sepuluh tahun yang lalu, dimana siang itu Ola mengikuti ajakan Angga yang menjemputnya untuk mengantarkan sesuatu ke rumah temannya. Karena sudah dijemput dan disogok es krim Ola menurut saja. Lagian pulang dari temen Bangga juga ia ditraktir KFC jadi, ya Ola menurut saja.

Ola duduk dibelakang Angga ketika motor ninja itu membelah jalanan ibukota. Untung tadi ia menggunakan celana olahraga, jika tidak bisa terbang kemana-mana ini rok biru, pikir Ola dengan mata yang menjelajah setiap tempat. Ola sangat suka naik motor, karena ia bisa menikmati pemandangan dengan leluasa. Berbeda ketika ia naik mobil yang tidak ada variasinya.

Dan yang membuat Ola senang itu, yaitu keta Angga sangat lihai naik motornya. Jika Alfa akan hati-hati ketika memboncengnya, namun Angga bisa ngepot sana ngepot sini dan Ola senang dengan hal itu.

"Pegangan, Ola!!!" Teriak Angga dibalik punggungnya, ketika pelukan dipinggangnya mengendur. Padahal niat Ola akan lepas tangan seperti di film-film india.

"Iya!!" Balasnya lalu kembali memeluk Kakak sepupunya itu.

Setengah jam perjalanan itu, akhirnya berujung memasuki perumahan mewah di daerah Pondok Indah. Ola melihat betapa rumah besar di setiap kanan kirinya yang tak kalah besar dengan rumah Pappinya batin Ola.

Suara klakson dari motor Angga di depan pintu pagar, membuat pintu tersebut dibuka. Dan kembali motor hitam itu melaju memasuki rumah yang menurut Ola sangat amat besar. Besar sekali, lebih besar dari rumah Omanya.

"Yuk turun." Kata Angga setelah memarkirkan motornya.

Ola berpegang di pundak Angga lalu turun dari motor besar dengan tempat duduk kecil itu. Angga melepaskan helemnya, dan turun dari motor. Pria yang wajahnya mirip Pappinya itu menatap pada Ola, lalu melepaskan helem pink milik Ola.

"Bentar doang, kan bang?"

"Iya, bentar kok."

"Terus beli kfc ya, yang paket double."

"Iya bawel, udah yuk." Kata Angga lalu berjalan masuk terlebih dahulu diikuti Ola.

Rumah besar itu bernuansa Victoria yah rumah orang kaya rata-rata memang seperti itu. Ola berjalan mengikuti Angga yang seolah sudah hafal dengan bentuk rumah itu, yah terbukti art rumah tak melarang Angga.

"Hai, Ga." Suara seorang cewek memanggil nama Angga.

Ola yang mendengar itu langsung bergerak kesamping dan melihat wanita cantik sesuai abangnya sedang melambai pada mereka. Ola berdecak tak senang, kenapa sebagian wanita itu selalu genit pada abang-abangnya.

"Dasar genit." Bisik Ola yang terdengar oleh Angga. Ya begitulah Ola ketika melihat wanita yang dekat dengannya.

"Adik kamu?" Tanya wanita itu lagi, dan Angga mengangguk dengan mengelus rambut Ola gemas.

"Kenalin, si bawel ini namanya Ola." Angga memperkenalkan Ola yang terlihat ogah-ogahan.

"Hai Ola, aku Anggi. SMP kelas berapa?"  Sapa wanita itu ramah. Namun karena Ola sudah tak suka dari pandangan pertama, jadi yang terlihat wajah juteknya.

"Kelas Tiga." Balasnya pendek lalu menyeret Angga.

"Cepetan ih, Ola udah laper."  Oke. Ola sudah mulai dalam merajuk, kalau diteruskan ia bakal ngamuk.

"Oke tunggu sebentar." Kata Angga lalu  meninggalkan wanita bernama Anggi itu.

Ola duduk di sofa begitu saja, lalu melihat Anggi yang duduk disebelahnya. "La, aku boleh tanya gak?"

Ola bukan tipikal orang yang berbasa-basi, mangkanya dia dapat julukan si jutek di sekolahnya. Ia tatap Anggi tanpa minta. " Apa, kak?"

"Abang Lo punya pacar?"

Dahi Ola mengernyit, ia sungguh tak suka jika abangnya mulai berpacaran. Sikap protektifnya keluar. "Punya."

"Siapa?"

"Ada deh, pokoknya cantik kayak putri Aurora." Jawab Ola dengan senyum liciknya. Dan jawaban itu membuat patah hati Anggi secara langsung.

Suara Angga menghentikan pembicaraan Ola dan Anggi. Dan disana Ola melihat Angga dan dua teman prianya. Semuanya ganteng, terutama yang menggunakan baju bola itu.

"Yuk, La." Ajak Angga pada Ola.

Ola berdiri, namun Anggi sedikit lebih cepat mendekati Angga. Karena Ola tak terima, dengan sekuat tenaga ia melesak maju dan tersandung hingga tubuhnya terdorong ke depan. Dan peristiwa itu terjadi, bibir Ola mencium dagu teman abangnya yang ganteng.

"Rajata!!"

"Ola!!"

TBC
fiachea
3 Agustus 2019

Love YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang