Kau bilang,
Jari dan suaraku bisa butakan mata hati seseorang
Lantas mengapa diri ini tetap diam saat bahagiaku kau tendang?
Kau bilang,
Anganku menyapu bersih semua impian
Lantas mengapa harapan akan hadirmu tak kunjung padam?
Kau bilang,
Dengan licik ku bendung tangis rintik hujan
Lantas mengapa saat kau hilang air mata ini tak mampu ku tahan?
Kau bilang,
Dilemaku menghancurkan nahkodamu
Lantas mengapa ku tetap bisu saat kau pergi menjauh?
Kau bilang,
Kau rantai tangan dan kakimu agar semua arahmu tak lagi tertuju padaku
Lantas mengapa tetap kau kirimkan rindu, pilu dan bayangmu dalam gelas-gelas sukmaku?
Baiklah jika itu menjadi kehendakmu
Hakimi saja aku
sepintar-pintarmu..
Kota Bangkit (Rembang),
22 Juli 2019
KAMU SEDANG MEMBACA
Prasasti Rasa
Poezja📝 Kumpulan puisi Karya saya tidak bagus-bagus sangat (pikir saya), tapi saya harap panjenengan (dengan saya sebagai saksi) adalah sebagus-bagusnya seseorang yang bisa menghargai jerih payah karya orang lain.. (◍•ᴗ•◍)❤ Tentang Prasasti Rasa : "Aku h...
